Share

Waspada! BNPB Catat Frekuensi Bencana Banjir Sangat Tinggi Sepekan Terakhir

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 27 September 2022 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 337 2676080 waspada-bnpb-catat-frekuensi-bencana-banjir-sangat-tinggi-sepekan-terakhir-PpG5KI0ENB.jpg Ilustrasi banjir (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan agar waspada terhadap potensi banjir. Mengingat, kejadian banjir mendominasi kejadian bencana dalam sepekan terakhir atau periode 19 sampai 25 September 2022.

Bahkan, dari total 48 kejadian bencana sepekan, terbanyak adalah kejadian banjir yakni 20 kejadian, disusul cuaca ekstrem, 12 kejadian, tanah longsor 11 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 4 kejadian, dan kekeringan 1 kejadian.

BACA JUGA:Banjir Garut, 1.156 Rumah dan 3.702 Warga Terdampak 

Selan itu, BNPB juga melaporkan dalam sepekan bencana banjir telah merendam sebanyak 5.045 rumah yang menyebabkan 22.899 jiwa terdampak dan mengungsi serta mengakibatkan 41 rumah rusak.

“Dalam 48 kali kejadian ini, 5.045 rumah terdampak, 22.899 saudara kita terdampak dan mengungsi, 41 rumah rusak dan lain-lain,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (27/9/2022).

BACA JUGA:BNPB Ungkap Ada 17 Desa Terdampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Garut 

Aam sapaan akrabnya mengatakan, total 48 kejadian bencana yang melanda Indonesia sepekan sangat tinggi. Jika dimisalkan, kata Aam, ada 7 kali kejadian bencana dalam satu hari.

“Karena jumlah 48 kali (kejadian bencana) ini adalah jumlah yang termasuk paling tinggi dalam satu Minggu. Jadi kalau misalkan kita bagi 7, ya dalam 1 hari itu terjadi 7 kali kejadian bencana, sangat-sangat tinggi frekuensi kejadian bencananya,” kata Aam.

Follow Berita Okezone di Google News

“Makanya kalau di awal musim hujan ini saja kita sudah dalam satu hari 7 kali kejadian bencana maka kita memang harus benar-benar waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan kita,” paparnya.

Aam mengatakan, jika dilihat dari sebaran spasial dari kejadian-kejadian bencana yang terjadi 1 minggu terakhir. Fokus BNPB pada di Minggu sebelumnya yakni di Kalimantan dan Sulawesi.

Namun, sesuai estimasi BNPB, bahwa Jawa Barat menjadi provinsi yang perlu waspada terhadap potensi kejadian bencana. “Tetapi sekarang sebagaimana kita estimasi Minggu lalu, bahwa di akhir Disaster Briefing Minggu lalu, kita reminder, mewanti-wanti pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Jawa Barat bagian tengah dan selatan itu harus hati-hati dan siap siaga,” kata Aam.

“Garut, Sukabumi, Ciamis karena ada penumpukan atau potensi intensitas hujan yang lebih tinggi itu sudah kita reminder di Disaster Briefing Minggu lalu dan ternyata benar ada kejadian longsor yang cukup signifikan, banjir dan longsor di Garut sehingga menimbulkan korban 1 jiwa meninggal dan saat ini masih dalam tanggap darurat,” ujarnya.

Selain itu, Aam mengatakan, pihaknya juga mengingatkan agar Bengkulu hati-hati terhadap kejadian bencana. “Kemudian, juga kita juga mereminder Bengkulu hati-hati karena ada potensi peningkatan curah hujan di situ dan ternyata benar juga, ada 3 kejadian bencana di Bengkulu, bencana banjir, longsor dan juga cuaca ekstrem di situ di 2 Kabupaten Kota,” tuturnya.

“Jika dilihat dari distribusi spasialnya jadi memang benar-benar kita harus mewaspadai banjir bencana khususnya mulai memasuki musim hujan ini,” kata Aam.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini