Share

Polri Fokus Evaluasi Kondisi Kesehatan Fisik dan Psikis Putri Candrawathi

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 27 September 2022 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 337 2675970 polri-fokus-evaluasi-kondisi-kesehatan-fisik-dan-psikis-putri-candrawathi-HyaS0pPir7.jpg Putri Candrawathi (Foto : tangkapan layar media sosial)

JAKARTA - Polri menyatakan penyidik tim khusus Bareskrim Polri tengah fokus mengevaluasi kondisi kesehatan dari tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi atau PC.

"Hasil komunikasi dengan penyidik bahwa penyidik saat ini sedang fokus melakukan evaluasi terkait kesehatannya bu PC, ya baik dri fisik maupun psikisnya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Dedi menuturkan, apabila kondisi psikis dan fisik istri dari Ferdy Sambo itu dinyatakan baik dan sehat, maka penyidik akan menindalanjuti untuk kepentingan pemberkasan.

"Nanti apabila sudah dapat surat rekomendasi dari dokter yang bersangkutan dinyatakan sehat dari sisi fisik maupun psikis maka penyidik akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut setelah berkas perkara dinyatakan P21," ujar Dedi.

"Kemudian setelah P21 tentunya apabila minggu ini telah dinyatakan P21 minggu depan baru akan dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada JPU. Untuk proses kesiapan persidangan lebih lanjut," tambah Dedi.

Polri telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pidana pembunuhan berencana Brigadir J. Mereka adalah, Ferdy Sambo, Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus supir Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal, serta Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Dalam kasus ini, Polri memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak.

Komisi Kode Etik Polri (KKEP) memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada Ferdy Sambo berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Atas perbuatannya, mereka semua disangka melanggar Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini