Share

AH Nasution, Satu-satunya Jenderal yang Lolos dari G30SPKI

Tim Okezone, Okezone · Selasa 27 September 2022 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 337 2675838 ah-nasution-satu-satunya-jenderal-yang-lolos-dari-g30spki-tADs2iTzcA.jpg Jenderal AH Nasution. (Foto: Dok Ist)

KELAM, kata itu menggambarkan situasi pada 30 September 1965 hingga 1 Oktober 1965. Bangsa Indonesia mengalami salah satu kejadian paling tragis, sebanyak enam jenderal Angkatan Darat serta satu ajudan diculik dan dibunuh oleh kelompok Gerakan 30 September PKI.

Para Pahlawan Revolusi itu adalah Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Mayjen S Parman, Mayjen MT Haryono, Mayjen D I Pandjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Pierre Tendean.

Namun ada satu jenderal yang selamat dari peristiwa subuh berdarah itu, namanya Abdul Haris Nasution atau dikenal dengan AH Nasution. AH Nasution selamat berkat peran dari sang istri Johanna Suniarti dan juga ajudannya, Pierre Tendean.

Dilansir beragam sumber, Jenderal Besar TNI Abdul Haris (AH) Nasution, lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918. Johanna Suniarti, Istri Jenderal AH Nasution merupakan salah satu yang berperan dalam menyelamatkan suaminya dari penculikan kelompok Gerakan 30 September.

Eksekutor Gerakan 30 September dikenali Johanna sebagai pasukan Cakrabirawa berdasarkan seragam yang dipakai. Pasukan Cakrabirawa adalah pasukan khusus pengamanan presiden.

Baca juga: Kisah Ketegangan NU dengan Soekarno Usai G30S hingga Karnaval Banser Diserang Massa PKI

Ketika Cakrabirawa sampai di rumah Nasution di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Johanna menahan pintu kamarnya yang saat itu didatangi oleh Cakrabirawa dan menyuruh Nasution untuk pergi menyelamatkan diri.

Meski Cakrabirawa menyerang dengan tembakan, Johanna bertahan dengan menutup pintu dan menahannya, agar suaminya punya waktu untuk menyelamatkan diri. Hingga akhirnya Nasution berhasil lolos dengan melompati tembok rumahnya.

Selain itu, sosok lain yang berperan dalam selamatnya Nasution dari penculikan adalah ajudannya yang bernama Pierre Tendean. Dalam peristiwa itu, Pierre Tendean menghadapi Cakrabirawa dan mengaku sebagai AH Nasution. Akibatnya, Pierre gugur dan dibawa ke Lubang Buaya bersama dengan jenderal lainnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, AH Nasution juga menceritakan bagaimana dia bisa lolos dari penculikan itu. Nasution menyelamatkan diri dengan memanjat tembok samping rumahnya. Namun, sebelumnya ia berusaha untuk kembali masuk ke rumah karena putrinya Ade Irma Nasution tertembak. Usaha itu dicegah oleh istrinya dan memohon agar Nasution menyelamatkan diri.

Nasution berhasil lolos meski saat itu rumah telah dikepung oleh Cakrabirawa berkat tumbuhan yang lebat di dekat dinding rumahnya. Saat memanjat tembok samping rumahnya, Nasution berusaha ditembaki oleh Cakrabirawa, namun ia berhasil selamat.

Setelah itu, Nasution berpindah bersembunyi di belakang tong air yang berada di rumah duta besar Irak. Di persembunyiannya, ia tak habis pikir mengapa Cakrabirawa mencoba untuk membunuhnya. Kemudian Nasution mencoba untuk pergi ke rumah Wakil Menteri Leimena karena berdekatan dengannya.

Nasution percaya bahwa Wakil Menteri Leimena tidak akan mengkhianatinya jika ia meminta bantuan untuk menghubungi Presiden Soekarno dan menanyakan mengapa Cakrabirawa berusaha untuk menculiknya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini