Share

Staf Ahli Kapolri: Pelaku Perundungan di Pendidikan Kedokteran adalah Penjahat Berbaju Dokter

Tim Okezone, Okezone · Selasa 27 September 2022 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 337 2675811 staf-ahli-kapolri-pelaku-perundungan-di-pendidikan-kedokteran-adalah-penjahat-berbaju-dokter-0ecGPh0UZr.jpg Irjen Pol Adi Deriyan. (Foto: Dok Ist)

JAKARTA - Perundungan (bullying) di dunia kedokteran menjadi perhatian serius Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Staf Ahli Kapolri, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan bahwa perundungan di dunia pendidikan kedokteran melahirkan jiwa-jiwa penjahat.

"Saya khawatir pelaku bullying itu memang badannya dokter tapi jiwanya bukan dokter, sikapnya bukan dokter, prilakunya bukan dokter, pelaku bullying itu jiwanya jiwa penjahat, dia hanya menggunakan pakaian dokter untuk melegalkan kejahatan dan menganggap itu sebagai sebuah budaya yang turun menurun," ungkap Adi Deriyan dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DKI Jakarta, pada Senin 26 September 2022 di Pancoran, Jakarta Selatan.

Dalam agenda ini, hadir beberapa narasumber yakni M. Nabil Haroen (Komisi IX DPR RI), Dr. Adib Khumaidi Sp.OT (Ketua Umum PB IDI), Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta (Staf Ahli Kapolri), Dr. Slamet Budiarto, SH (President Elect PB IDI), Dr. Aldin Neilwan Pancaputra (Ketua IDI DKI Jakarta), Kolonel Laut Dr. Wiweka, MARS (Ketua MKEK IDI DKI Jakarta), beberapa pejabat tinggi dari Polri dan TNI, dan para dekan fakultas kedokteran dan direktur rumah sakit di wilayah DKI Jakarta.

Adi Deriyan menyampaikan bahwa ada yang kontradiktif antara perundungan dan jiwa mulia seorang dokter.

Baca juga: Bully Teman, 4 Bocah di Malang Ditetapkan Tersangka

"Relevansi antara bullying dengan ruang lingkup sebagai tugasnya seorang dokter itu kok bertabrakan, karena yang saya tau seorang dokter itu pasti mempunyai kemampuan intelegence yang bagus, moral yang bagus, kemudian etika yang bagus. Sehingga setelah saya mendapatkan informasi itu saya sejenak berpikir bahwa apakah memang ada peristiwa itu di ruang lingkup di pendidikan kedokteran karena memang profesi kedokteran itu profesi idola dari mulai taman kanak-kanak sampai juga yang dewasa," ujar dia.

Lebih lanjut, Adi Deriyan mengungkapkan bahwa untuk menjadi seorang dokter itu masuknya susah dan keluarnya susah, butuh effort sangat besar. "Untuk menjadi seorang dokter itu luar biasa sekali, orang-orang dari mahasiswa ini rela mengeluarkan apa saja untuk anaknya menjadi dokter, makanya tidak jadi sebuah informasi tertutup ketika seorang orang tua mengeluarkan biaya berapapun agar anaknya menjadi seorang dokter," terangnya.

Perundungan di lingkungan dokter berbahaya sekali karena bisa menghasilkan penjahat. "Bisa jadi korban-korban bullying sekarang, menjadi serigala berikutnya untuk adik-adiknya, malahan serigalanya lebih buas dari kakaknya. Ketika dia sudah melakukan kejahatan dia tau itu kejahatan, tetapi dia tetap lakukan dengan dalih kalau kau tidak melakukan maka nilaimu akan dikasih nilai buruk dan kau tidak bisa lulus dan kamu tidak bisa menjadi seorang dokter maka itu di otaknya adalah penjahat,” ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menurutnya, butuh gerakan revolusioner dan gerakan bersama untuk mengurai problem ini. "Memang butuh revolusi besar di lingkungan lembaga pendidikan untuk pisahkan orang berperilaku jahat di lingkungan kedokteran, ketika dia melakukan pemerasan, pemerasan ini sudah katagori jahat siapapun berhadapan dengan prilaku ini menilai bahwa dia jahat apalagi ketika dia meminta ada hal-hal yang tidak pantas yaitu pelecehan seksual," tutupnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI M. Nabil Haroen mengajak segenap elemen dari para dokter, tenaga medis, juga TNI-Polri untuk membantu memutus mata rantai perundungan di dunia kedokteran ini

"Harus ada kerja sama dan kerja bersama untuk menstop dan memutus mata rantai perundungan ini. Ini tidak bisa dibiarkan, sangat mengerikan. Dunia kedokteran harus dibersihkan dari perilaku perundungan. Jangan sampai ada dokter-dokter berjiwa jahat yang terus lahir dari sistem buruk ini," ucap dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini