Share

Kasus Suap Hakim Agung, Mahfud MD Sebut Industri Hukum Gila-gilaan

Riana Rizkia, MNC Portal · Selasa 27 September 2022 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 337 2675730 kasus-suap-hakim-agung-mahfud-md-sebut-industri-hukum-gila-gilaan-NnqFaVUK9j.jpg Mahfud MD. (Foto: Dok Ist)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai bahwa ‘industri hukum gila-gilaan’ terjadi dalam kasus suap hakim agung.

"Ini industri hukum gila-gilaan yang sudah sering saya peringatkan di berbagai kesempatan," kata Mahfud melalui akun instagram miliknya @mohmahfudmd, Selasa (27/9/2022).

Mahfud mengatakan, dalam penanganan kasus, Mahkamah Agung (MA) tidak bisa diintervensi pemerintah karena berbeda kelembagaan.

 

"Kami tidak bisa masuk ke MA karena beda kamar, kami eksekutif sedangkan mereka yudikatif," ucap Mahfud.

 Baca juga: Mahfud MD: Jokowi Kecewa Pemberantasan Korupsi Gembos di MA

Terlebih, kata Mahfud, MA selalu menyebut dirinya merdeka dan urusannya tidak bisa dicampuri.

"Mereka selalu berdalil bahwa hakim itu merdeka dan tak bisa dicampuri. Eh, tiba-tiba muncul kasus hakim agung Sudrajat Dimyati dengan modus perampasan aset koperasi melalui pemailitan," kata Mahfud.

Mahfud juga mengatakan bahwa sering kali upaya penanganan korupsi yang dilakukan KPK dan Kejaksaan Agung, justru digembos MA.

"Kejaksaan Agung sudah bekerja keras dan berhasil menunjukkan kinerja positifnya. KPK juga berkinerja lumayan. Tetapi kerap kali usaha-usaha yang bagus itu gembos di MA," ucapnya.

"Ada koruptor yang dibebaskan, ada koruptor yang dikorting hukumannya dengan diskon besar," sambungnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Untuk itu, kata Mahfud, Presiden Jokowi memerintahkan dirinya untuk mereformasi hukum di Indonesia.

"Maka Presiden meminta saya sebagai Menko Polhukam untuk mencari formula reformasi di bidang hukum peradilan, sesuai dengan instrumen konstitusi dan hukum yang tersedia," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini