Share

4 Faktor Pemicu Kecelakaan di Jalan Tol, dari Kondisi Pengemudi hingga Cuaca

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 27 September 2022 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 337 2675547 4-faktor-pemicu-kecelakaan-di-jalan-tol-dari-kondisi-pengemudi-hingga-cuaca-QvN3dqNNrv.png Ilustrasi (Foto : Istimewa)

TOTAL kecelakaan di jalan tol adalah 1,62 kejadian per kilometer pada tahun 2021. Angka tersebut sempat turun setelah menginjak 2,52 kejadian per kilometer pada tahun 2020.

Kecelakaan di jalan tol tentu dipicu oleh berbagai hal. Entah dari pengendara atau dari kondisi jalanan yang dilalui. Berikut adalah berbagai pemicu kecelakaan di jalan tol Indonesia.

1. Kondisi Pengemudi

Faktor pengemudi adalah faktor pemicu kendaraan di jalan tol. Pengendara yang kurang fit atau yang belum lancar berkendara bisa menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalan tol. Seorang pengemudi harus cepat tanggap dan mampu mengontrol laju kendaraan.

Beberapa hal penting lainnya yang harus diperhatikan, pengemudi harus bisa menjaga jarak aman antar kendaraan apabila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan dan mampu menjaga kecepatan. Dalam berkendara di jalan tol, sebaiknya mematuhi batas kecepatan yakni 80 km/jam hingga 100 km/jam. Sayangnya, ada saja pengemudi yang terpacu untuk melaju melebihi batas kecepatan tertinggi di jalan tol.

Pengemudi yang memiliki riwayat sakit juga harus sering-sering mengecek kondisi badan. Siapkan obat-obatan atau hindari menyetir terlalu lama. Kecelakaan akibat pengemudi mengantuk juga sering kali terjadi. Oleh karena itu, jika tengah mengantuk, sebaiknya segera menuju rest area terdekat untuk beristirahat.

2. Kondisi Kendaraan

Pemeriksaan kendaraan sebelum bepergian jauh merupakan hal yang tidak boleh dilewati. Pengecekan rutin juga wajib dilakukan agar kondisi kendaraan tetap baik. Sebab, jika kondisi mobil kurang baik, bagian-bagian penting seperti mesin, lem, lampu, ban, dan muatan bisa menjadi penyebab kecelakaan. Hal tersebut kadang tidak disadari pengemudi atau bahkan disepelekan.

Kasus yang sering terjadi adalah rem blong atau kelebihan muatan pada truk. Hal tersebut tentu sudah menyalahi aturan berkendara yang ada. Jika hal ini terjadi, tentu akan membahayakan kendaraan lainnya yang melintas.

3. Kondisi Cuaca

Cuaca juga bisa menjadi pemicu kecelakaan di jalan tol. Ketika melewati jalan tol saat hujan, berkabut, atau ada asap pekat, perjalanan mungkin akan mengalami gangguan. Adanya cuaca yang buruk ini membuat pengemudi butuh untuk lebih berkonsentrasi.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Guna menghindari hal tersebut, ada baiknya pengendara mengecek terlebih dahulu prediksi cuaca wilayah jalan tol yang akan dilewati, sehingga bisa mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk yang terjadi.

4. Kondisi Lingkungan Jalan

Kondisi lingkungan jalan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Dilewati oleh beragam kendaraan, bahkan kendaraan yang memiliki kapasitas berlebih, dapat membuat jalan tol mudah rusak. Jalan yang rusak tentu meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, aspek geometrik, alinyemen, jenis permukaan jalan juga menjadi faktor pemicu terjadinya kecelakaan.

Di Tol Cipularang, misalnya, aspek geometrik kerap menjadi penyebab kecelakaan. Di area kilometer 90 sampai 100 pada arus Jakarta, pengemudi melewati jalan dengan tanjakan panjang. Sementara pada arus sebaliknya, terdapat turunan panjang. Kondisi jalan bergelombang juga ditemui di beberapa titik Tol Cipularang. Hal ini dapat membahayakan jika pengemudi kurang awas dan tidak menguasai medan.

(Risa Maharani Putri – Litbang MPI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini