Share

KPK Sebut Alasan Sakit Lukas Enembe Tanpa Didasari Keterangan Sahih Tim Dokter

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 26 September 2022 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 337 2675476 kpk-sebut-alasan-sakit-lukas-enembe-tanpa-didasari-keterangan-sahih-tim-dokter-VYBwIbhj6V.jpg Gubernur Papua, Lukas Enembe (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menerima informasi sahih dari tim dokter terkait kondisi kesehatan Gubernur Papua, Lukas Enembe (LE). Dengan demikian, alasan sakit Lukas Enembe hari ini, dipastikan KPK tanpa didasari keterangan yang sahih dari tim dokter.

Demikian ditekankan Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menanggapi ketidakhadiran Lukas Enembe pada panggilan ulang pemeriksaan hari ini. Lukas tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dalam kapasitasnya sebagai tersangka pada hari ini dengan alasan sakit.

"Meski sebelumnya pihak kuasa hukum telah menyampaikan rencana ketidakhadiran tersebut karena alasan kondisi kesehatan saudara LE. Namun, sampai dengan hari ini KPK belum mendapatkan informasi yang sahih dari pihak dokter ataupun tenaga medis yang menerangkan kondisi saudara LE dimaksud," kata Ali di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022).

 BACA JUGA:KPK Minta Bantuan IDI Periksa Kesehatan Lukas Enembe

KPK menyayangkan ketidakhadiran Lukas Enembe hari ini. KPK juga mengkritisi berbagai pernyataan tim Kuasa Hukum Lukas Enembe. KPK mengingatkan kepada tim Kuasa Hukum Lukas Enembe agar tidak kontradiktif atas proses penegakan hukum kliennya.

"KPK berharap peran kuasa hukum seharusnya bisa menjadi perantara yang baik agar proses penanganan perkara berjalan efektif dan efisien. Bukan justru menyampaikan pernyataan yang tidak didukung fakta sehingga bisa masuk dalam kriteria menghambat atau merintangi proses penyidikan yang KPK tengah lakukan," ungkapnya.

 BACA JUGA:KPK Ancam Pidanakan Kuasa Hukum Lukas Enembe Jika Menghalangi Proses Penyidikan

Diketahui sebelumnya, tim kuasa hukum Lukas Enembe sempat mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 September 2022. Tim kuasa hukum datang dengan membawa dokter pribadi Lukas Enembe.

 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kedatangan tim kuasa hukum dan dokter pribadi ke KPK tersebut untuk meminta penundaan pemeriksaan Lukas Enembe. Sebab, diklaim tim kuasa hukum, kondisi kesehatan Lukas tidak memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan pada Senin, 23 September 2022.

"Salah satunya adalah (sakit) stroke, tidak bisa bicara. Sudah dari 2015. Beliau itu sudah sakit lama, makin buruk situasinya sekarang ini," kata Dokter Pribadi Lukas Enembe, Anton Monte di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022).

Namun, permohonan tim kuasa hukum Lukas Enembe ditolak KPK. KPK tetap menjadwalkan ulang Lukas Enembe pada hari ini. KPK meminta Lukas untuk kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan di Jakarta. Sayangnya, Lukas tetap tak mengindahkan imbauan KPK.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Politikus Partai Demokrat tersebut diduga terjerat sejumlah dugaan kasus korupsi.

Di antaranya, terkait penerimaan suap dan gratifikasi proyek di daerah Papua. Sayangnya, KPK belum membeberkan secara detail konstruksi perkara yang menjerat Lukas Enembe.

Lukas telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas permintaan KPK. Ia dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Tak hanya itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak-pihak yang terkait. Pemblokiran dilakukan karena PPATK menemukan ada transaksi keuangan yang janggal atau mencurigakan.

Informasi terbaru, ada temuan PPATK terkait transaksi keuangan Lukas yang mengalir ke rumah judi alias kasino di luar negeri. PPATK menyebut jumlahnya hampir setengah triliun. KPK sedang mendalami temuan PPATK tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini