Share

Lukas Enembe Main Judi di Kasino Ditemani Wanita Cantik, Pengacara: Bukan Urusan KPK!

Martin Ronaldo, MNC Portal · Senin 26 September 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 337 2675268 lukas-enembe-main-judi-di-kasino-ditemani-wanita-cantik-pengacara-bukan-urusan-kpk-jWVFh0KU4e.jpg Lukas Enembe/Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Pengacara Gubernur Papua, Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening mengatakan bahwa permainan judi kasino di luar negeri yang dilakukan oleh kliennya tersebut merupakan suatu hal yang legal.

Diketahui, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman membagikan kepada publik foto dan video Lukas Enembe yang diduga sedang bermain judi di berbagai negara di Asia Tenggara.

(Baca juga: Benarkan Lukas Enembe Main Judi di Singapura, Pengacara: Bukan dari Duit Pemda)

Dalam foto dan video yang dibagikan tersebut, terlihat pria yang diduga Lukas Enembe berada di depan meja judi alias kasino. Bahkan dalam foto itu Lukas juga terlihat ditemani oleh dua orang lain dan di antaranya perempuan.

"Persoalan judi di luar negeri, saya kira semua tahu, kita semua tahu, bukan rahasia umum, teman-teman kita banyak juga yang main di sana, di sana judinya legal, sehingga sanksinya di Indonesia adalah sanksi apa? Sanksi sosial sanksi moral bukan sanksi hukum jadi tidak perlu kita bertarung di situ karena di Indonesia tidak bisa diselidiki," katanya kepada wartawan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022).

Menurutnya, perkara yang dibidik KPK kepada kliennya itu merupakan indikasi tindakan suap dan gratifikasi bukan kepada permainan judi. Oleh karena itu tidak ada urusannya dengan KPK.

"Bapak itu keluar kalau kita lihat riwayatnya di Filipina, di Singapura itu riwayatnya berobat, jadi dia tidak pergi khusus untuk berjudi," terangnya.

Sementara itu, Juru Bicara Lukas Enembe, Muhammad Rifai Darus enggan berkomentar lebih dalam terkait kasino dan penggunaan private jet yang dipakai oleh Lukas untuk keluar negeri.

"Bapak Gubernur itu tidak bisa keluar (rumah). Beliau sendiri tidak bisa karena ditahan oleh masyarakatnya di situ. Kalau beliau keluar maka sopirnya akan menjadi sasaran, ajudannya menjadi sasaran, jadi kan korban banyak lagi gitu," ucap Rifai.

"Dampaknya bukan kepada beliau saja, tapi kepada masyarakat kita di sana. Masyarakat bukan hanya masyarakat Papua, masyarakat Jawa, masyarakat Sumatera, Kalimantan yang hidup di sana. Kami tidak memprovokasi tapi kenyataan dan bisa di-crosscheck kepada pihak keamanan,”ujarnya.

“Oleh karena itu kami sekali lagi, saya atas nama juru bicara gubernur meminta dengan sangat dan hormat juga kepada MAKI untuk tidak usah sebar-sebar foto apa yang sebaiknya tidak ada hubungannya dengan proses yang sedang berjalan di KPK. Kita fokus aja kepada apa yang sedang berjalan di KPK agar ini juga menjadi pembelajaran juga bagi semuanya," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini