Share

KY Minta KPK Bongkar Modus dan Aktor Terlibat Suap di MA

Irfan Maulana, MNC Portal · Senin 26 September 2022 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 337 2675251 ky-minta-kpk-bongkar-modus-dan-aktor-terlibat-suap-di-ma-OKoVlnbTfr.jpg Komisi Yudisial (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) sangat mendukung segala upaya penegakan hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap kepengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). KY berharap KPK dapat mengungkap semua modus dan aktor yang terlibat kasus tersebut. 

"Proses etik yang akan dijalankan akan kami koordinasikan dengan KPK agar juga tidak mengganggu proses penegakan hukum yang sedang berjalan di KPK," ujar Juru Bicara (Jubir) KY Miko Ginting kepada MNC Portal Indonesia, Senin (26/9/2022).

Diketahui, KPK telah telah menahan dan menetapkan tersangka Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 orang lainnya atas kasus suap kepengurusan perkara.

Miko mengatakan, ke depan memang perlu penguatan antara KY, MA dan KPK untuk bekerja sama melakukan pengawasan. "Dimulai dari pembelajaran kasus ini, yaitu identifikasi terhadap titik kerawanan penyimpangan. KY ingin mendorong kerja sama pengawasan itu, sembari di sisi yang lain menegaskan pentingnya penguatan KY sebagai lembaga pengawas," ujarnya.

 

KY, kata Miko, berpandangan bahwa terungkapnya kasus ini sebagai tanda pengawasan melalui penegakan hukum berjalan efektif. "Hasilnya kasus ini bisa terungkap hingga dapat menjerat hakim agung. KY sangat mengapresiasi kinerja KPK ini," ucapnya.

BACA JUGA:Terkuak! Hakim Agung Sudrajad Dimyati Bertemu Pimpinan MA Usai OTT KPK 

Diketahui, KPK telah menetapkan 10 orang tersangka tersangka terkait suap pengurusan perkara di MA. Enam di antaranya dari MA sebagai penerima suap yakni dua hakim MA dan 4 pegawai MA.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Salah satu di antaranya adalah Hakim Agung yakni Sudrajad Dimyati. Lalu, Elly Tri Pangestu menjabat sebagai Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti MA, PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie. Kemudian, PNS MA Redi dan Albasri.

Keenam tersangka sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Lalu, empat lainnya sebagai pemberi suap yakni pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno. Kemudian, debitur koperasi simpan pinjam Intidana Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Keempatnya disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Semuanya sudah ditahan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini