Share

Hebatnya BJ Habibie, 'Dipaksa' Menjadi Penasihat Tim Insinyur Perusahaan Kereta Api Belanda

Dhea Alvionita, Okezone · Selasa 27 September 2022 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 337 2675190 hebatnya-bj-habibie-dipaksa-menjadi-penasihat-tim-insinyur-perusahaan-kereta-api-belanda-86UUtQTRYm.jpg BJ Habibie. (Foto: Ant)

JAKARTA - Beberapa minggu setelah Habibie selesai bekerja di Talbot, perusahaan yang memproduksi gerbong kereta di Jerman,  seniornya yang bernama Dipl.-Ing. Makosch menelpon Habibie dan mengajaknya untuk bertemu di kantornya.

Pada pertemuan tersebut Habibe diberitahu bahwa perusahaan Talbot sedang mengadakan negosiasi akhir dengan Perusahaan Deutsche Bundesbahn (DB) mengenai penjualan beberapa ratus Gerbong Kereta Api (KA) yang prototipenya sudah selesai diuji.

Melansir dari buku Bacharuddin Jusuf Habibie, Habibie & Ainun, sesuai kontrak kerja dengan Talbot, Habibie akan menerima bonus yang jumlahnya masih akan di tentukan.

Awalnya, dengan alasan utama bersilahturahmi, Dipl.-Ing. Makosch sebenarnya mengajakan Habibie untuk bergabung kembali dalam memenangkan tender baru.

Dalam rangka modernisasi perusahaan DB, pengadaan beberapa tipe gerbong dalam jumlah besar akan ditenderkan. Apresiasi perusahaan KA Jerman DB atas hasil tes dan percobaan Gerbong Ruang Luas atau Großraumwagen dengan memanfaatkan Teknologi Konstruksi Ringan adalah sangat baik.

Itulah mengapa Dipl.-Ing. Makosch mengajak Habibie untuk ikut merekayasa dan memenangkan tender yang akan segera diumumkan. Stoßverzehrwagen atau Gerbong yang dapat mengatasi dampak tabrakan dengan gerbong lain menjadi tipe yang akan ditenderkan.

Jika muatannya telor, dampak tabrakan tidak memecahkan telor karena Energi Kinetik dimusnakan sebelumnya! Tetapi, jika Talbot memenangkan tender ini, maka lebih mudah memenangkan tender yang lain.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Itulah strategi Dipl.-Ing. Makosch jika dipandang dari sudut teknologi. Bagi Habibie, tawaran Dipl.-Ing. Makosch sangat menarik. Namun, karena kendala utama Habibie adalah waktu.

“Saya harus selesaikan pekerjaan di Institut Konstruksi Ringan yang membutuhkan banyak waktu dan konsentrasi. Riset yang saya utamakan berkaitan dengan program S3 adalah mengembangkan suatu teori untuk dapat menghitung tegangan akibat pemanasan kinetik yang terjadi jika suatu benda bergerak di udara lebih dari tiga kali kecepatan suara,” ujar Habibie.

Pekerjaan rutin, memberi latihan dan kuliah khusus yang ditugaskan oleh Professor Ebner membutuhkan waktu untuk persiapan seperlunya. Dengan demikian, Dipl.-Ing. Makosch memahami dan mengusulkan Habibie untuk menjadi penasehat tim Insinyur perusahaan kereta api di Belanda. 

"Saya akan menerima gaji tanpa bonus dan digarapkan dapat mulai bekerja. Tender dimenangkan oleh Talbot da prototipe-nya diuji di Minden. Menginggat keadaan Ainun tidak mengizinkan saya tinggalkan seorang diri, maka saya tidak diharuskan ke Minden," kata Habibie. 

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini