Share

Lukas Enembe Klaim Punya Tambang Emas di Papua, Pengacara: Kalau KPK Tidak Percaya, Mari Kita Lihat

Martin Ronaldo, MNC Portal · Senin 26 September 2022 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 337 2675162 lukas-enembe-klaim-punya-tambang-emas-di-papua-pengacara-kalau-kpk-tidak-percaya-mari-kita-lihat-DNewBVh5KK.jpg Lukas Enembe. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Pengacara Gubernur Papua, Lukas Enembe mengklaim bahwa kliennya mempunyai tambang emas di Papua. Tak hanya itu, untuk membuktikan kebenarannya pihak Lukas pun ingin mengajak KPK untuk melihat tambang emas tersebut.

"Jadi begini, itu kan dimulai dengan pernyataan bahwa kalau Pak Lukas bisa membuktikan dia punya tambang emas maka Pak Lukas bisa dibebaskan. Itu artinya dia mau pakai pembuktian terbalik," ucap Stefanus Roy Rening kepada wartawan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022).

Roy mengaku sudah menanyakan langsung terkait tambang emas tersebut kepada Lukas Enembe. Pada saat itu dia mendapatkan kepastian dari kliennya.

 Baca juga: Kasus Korupsi Lukas Enembe, Jokowi: Semua Harus Hormati Proses Hukum di KPK

"Tapi dalam kesempatan itu saya harus tanya bapak waktu itu, 'Bapak Gubernur, ini ada pernyataan begini'. Dengan senyum dia katakan, 'Itu Freeport saya punya, apa kamu ragukan lagi'. Bukan begitu bapak, bapak punya tambang nggak? Tambang sendiri di kampung?" ucap Roy Rening.

 

"'Oh saya punya di kampung, di Tolikara di Mamit, sedang dalam proses'. Dokumennya sedang diproses oleh stafnya. Intinya bahwa bapak punya dan dia sampaikan ke saya. Kalau bisa KPK lihat, mari kita sama-sama ke Mamit, kita sama-sama ke Tolikara mari kita lihat itu tambang," imbuhnya.

Terkait tambang emas ini sempat diucapkan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Saat itu Alexander mengatakan kasus bisa dihentikan jika Lukas bisa membuktikan sumber uang ratusan miliar Rupiah yang ditemukan PPATK.

"KPK berdasarkan UU yang baru ini bisa menghentikan penyidikan dan menerbitkan SP3, kalau nanti dalam proses penyidikan Pak Lukas bisa membuktikan dari mana sumber uang yang puluhan, ratusan miliar tersebut," kata Alex saat jumpa pers di Kemenko Polhukam, Senin (19/9/2022).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini