Share

Ini Biang Kerok yang Membuat Banyak Negara Sengsara Menurut Jokowi

Nanda Aria, Okezone · Senin 26 September 2022 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 337 2674974 ini-biang-kerok-yang-membuat-banyak-negara-sengsara-menurut-jokowi-Xay3Kwktyf.jpg Presiden Jokowi/ Foto: Biro Setpres

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan bahw perang Rusia dan Ukraina telah terbukti menjadi biang kerok kesengsaraan banyak negara di dunia. Pasalnya, perang di kawasan itu telah menimbulkan berbagai krisi, mulai dari mulai krisis pangan, energi, hingga krisis keuangan.

Jokowi pun bercerita pengalamannya saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada lawatannya beberapa waktu lalau ke kedua negara yang tengah berkonflik.

 BACA JUGA:Pengembangan Kasus Suap RAPBD Jambi, KPK Panggil Anggota DPR Sofyan Ali

Saat mengunjungi kedua pemimpin negara yang tengah berperang tersebut, Jokowi membawa misi damai. Namuan, kunjungannya tak membuahkan hasil. Kedua negara masih berperang hingga hari ini. Karena itu, Jokowi berkesimpulan bahwa perang di Eropa Timur tersebut akan berjalan panjang.

"Saat saya bertemu dengan Presiden Putin 2,5 jam diskusi, ditambah dengan bertemu dengan Zelenskyy 1,5 jam berdiskusi saya simpulkan, perang tidak akan segera selesai. Akan lama," kata Jokowi saat memberikan arahan dalam BUMN Startup Day Tahun 2022 Senin (26/9/2022).

 BACA JUGA:Rapat Komisi I DPR, Prabowo dan Jenderal Andika Digelar Tertutup

Jokowi pun menjelaskan, perang Rusia - Ukraina itu telah menempatkan dunia pada ambang krisis yang mengkhawatirkan. Lebih-lebih, berbagai negara masih dalam kondisi pemulihan usai diterpa badai pandemi Covid-19 yang mulai mereda.

"Dunia sekarang dalam posisi yang tidak gampang. Posisinya betul-betul pada posisi yang semua negara sulit," ujar Jokowi.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Bahkan, sejumlah lembaga internasional pun telah memperkirakan bahwa perekonomian dunia di tahun ini akan sangat berat, dan dampaknya di tahun depan akan membuat dunia "gelap gulita" akibat krisis yang terjadi di tahun ini.

"Lembaga internasional sampaikan tahun ini, tahun 2022 sangat sulit. Tahun depan mereka menyampaikan akan lebih gelap," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini