Share

Pengacara Lukas Enembe Menuduh Upaya KPK Menjerat Kliennya sebagai Cara-Cara Intelijen

Chanry Andrew S, iNews · Senin 26 September 2022 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 337 2674937 pengacara-lukas-enembe-menuduh-upaya-kpk-menjerat-kliennya-sebagai-cara-cara-intelijen-sbehGPtJ07.jpg Lukas Enembe/Foto: Okezone

JAKARTA - Gubernur Papua Lukas Enembe menampik semua tuduhan yang dilayangkan KPK terhadapnya. Hal itu disampaikan oleh kuasa hukumnya Stepanus Roy Rening. Roy pun menuduh bahwa cara-cara KPK untuk menjerat kliennya sebagai cara-cara intelijen.

"Ini kan saya selalu bilang, ini politisasi dan kriminalisasi, ketika mereka ( KPK ) gagal membangun skenario menangkap Pak Gubernur pada 12 September 2022 dan menetapkan Pak Gubernur sebagai tersangka gratifikasi Rp 1 miliar, publik tidak percaya, akhirnya mereka membangun framing baru yang Rp560 miliar itu, mereka merusak nama besar Gubernur Papua, ini kerja-kerja intelijen bukan penegakan hukum," ungkap Roy saat dihubungi MNC Portal, Jumat (26/9/2022).

 BACA JUGA:Mendadak Sakit saat Pemeriksaan, KPK Didesak Tangkap Lukas Enembe

Dia menjelaskan, soal adanya aliran dana hasil korupsi Lukas Enembe senilai Rp560 miliar yang mengalir ke kasino di Singapura adalah informasi hoaks.

Pihaknya telah membuktikan tuduhan yang dikeluarkan KPK tersebut, di mana dari hasil penelusuran tim kuasa hukum Gubernur Papua tidak pernah ditemukan dana sebesar Rp560 miliar keluar dari Pemprov Papua mengalir ke kasino seperti yang dituduhkan. Selain itu soal kepemilikan tambang emas milik Gubernur Papua hal itu menurut Roy tidak pernah ada.

 BACA JUGA:KPK Panggil 2 Saksi Terkait Kasus Korupsi Lukas Enembe

"Bukan, itu persoalannya itu juga tidak pernah ada (tambang). Jadi sekarang ini kan Pak Gubernur dituduh hasil korupsinya disetor ke kasino, sekarang tugasnya itu kita sudah membuktikan bahwa tidak ada dana yang keluar dari Pemda Rp560 miliar yang kemudian dipakai Pak Gubernur untuk main judi, itu hoaks, tidak benar," ujarnya.

Soal aktivitas Lukas Enembe yang beberapa kali diketahui bepergian ke Singapura untuk bermain judi, Roy tak menampik hal tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Lukas Enembe di Singapura, juga dilakukan oleh pejabat lainnya di Indonesia, yaitu bermain judi.

" Ya biasalah, bukan hanya Pak Gubernur, semua pejabat kita sering main di sana," ucap Roy.

Terkait proses hukum oleh KPK terhadap Lukas Enembe, Roy memastikan bahwa hal tersebut adalah politisasi di mana sebelumnya KPK telah gagal membangun skenario penangkapan terhadap Lukas Enembe dengan tuduhan menerima gratifikasi senilai Rp 1 Miliar.

Adapun, menurut Roy dukungan terhadap Lukas Enembe oleh massa pendukungnya selama ini hal tersebut sebagai bukti bahwa Lukas Enembe mendapat tempat di hati rakyat Papua, apalagi Lukas Enembe merupakan Kepala Suku Besar Rakyat Papua, pemimpin Politik yang sangat dicintai rakyatnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Aksi demonstrasi massa pendukung Gubernur Lukas Enembe beberapa hari lalu menurut Roy sebagai aksi spontanitas rakyat. Lukas menurut Roy hanya mewanti-wanti para simpatisannya untuk melaksanakan demostrasi secara damai dan tertib.

"Banyak masyarakat menemui Pak Lukas dan bilang 'bapak kami mau demo', Pak Lukas bilang itu hak kalian, tapi saya ingatkan harus damai, jangan korbankan rakyat," ungkap Roy.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini