Share

Momen Gajah Mada Sarankan Gayatri Naik Tahta Raja Majapahit Tapi Ditolaknya

Avirista Midaada, Okezone · Senin 26 September 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 337 2674792 momen-gajah-mada-sarankan-gayatri-naik-tahta-raja-majapahit-tapi-ditolaknya-TswzYb6gBe.jpg Mahapati Majapahit, Gajah Mada (foto: istimewa)

SEPENINGGAL Jayanagara, Kerajaan Majapahit sempat dilanda krisis kepemimpinan. Pasalnya tak ada pewaris tahta dari Jayanagara yang merupakan seorang laki-laki. Bahkan anak dari Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit juga perempuan, selain tentunya Jayanagara yang merupakan hasil pernikahan Raden Wijaya dengan Dara Petak.

Musyawarah panjang pun dilakukan di internal kerajaan. Gajah Mada saat itu yang belum naik tahta menjabat mahapatih dimintai pertimbangannya. Earl Drake dalam bukunya "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit", lantas mengusulkan nama Gayatri yang menjadi penerus tahta Majapahit.

Sosok Gayatri yang merupakan istri pendiri Kerajaan Majapahit juga menjadi pertimbangan mengapa Gajah Mada memutuskan hal itu. Menurut Gajah Mada, dalam sejarah Jawa tidak pernah ditemukan seorang penguasa perempuan, tapi secara hukum adat, maupun ajaran agama tidak pernah melarang perempuan berkuasa.

 BACA JUGA:Hadiah Istimewa Kerajaan Malaka ke Mahapatih Majapahit

Selain itu, menurut para resi, ada beberapa penguasa perempuan dalam sejarah Cina, India, Jepang, Vietnam, Sri Lanka, dan Mongol. Di daerah sekitar Jawa, juga ada seorang ratu di Bali dan seorang lagi di Sulawesi tercatat dalam sejarah.

Bagi Gajah Mada, ketika tidak ada pesaing tahta laki-laki yang pantas, Jawa tak punya alasan untuk menolak seorang penguasa perempuan. Ia menambahkan, bahwa di banyak tempat lain, ratu diangkat sebagai penguasa setelah sang suami wafat.

 BACA JUGA:Gempa Bumi Tandai Perubahan Besar di Internal Kerajaan Majapahit

Hal inilah yang disebut Gajah Mada kala itu, menjadi alasan terkuat untuk mendukung Gayatri naik tahta menjadi raja. Apalagi kecakapan patriotisme sudah dikenal segenap warga kerajaan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Namun pertimbangan Gajah Mada itu ditolak oleh Gayatri. Kepada Gajah Mada, Gayatri menyampaikan terima kasih untuk sarannya, namun sejak awal Gayatri tetap tak mau menerima jabatan sebagai raja di Majapahit.

Dikatakan Gayatri, bahwa ia telah mengambil keputusan lain. Sejak awal, Majapahit dirundung berbagai sengketa, termasuk di internal keluarga. Namun bagi Gayatri, saatnya mengesampingkan masa lalu dan menatap ke masa depan, ke masa - masa pemulihan, rekonsiliasi, dan perdamaian.

Inilah tujuan yang selalu dikejar ayah dan suaminya, tetapi mengalami rintangan selama pemerintahan Jayanagara. Terlebih lagi di mata sebagian faksi, sikap Gayatri masih terlalu pro-Singasari dan anti-Kediri. Ia khawatir sengketa internal akan berlanjut seandainya seorang putri Raja Singasari, yang ayahandanya gugur dalam peperangan, mengangkat dirinya sendiri sebagai ratu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini