Share

Ironis, Trah Penerus Raja Demak Tewas Ditikam Usai Salat Jumat

Avirista Midaada, Okezone · Senin 26 September 2022 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 337 2674789 ironis-trah-penerus-raja-demak-tewas-ditikam-usai-salat-jumat-Mf08aHghF1.jpg Illustrasi (foto: ist)

GEJOLAK internal konon selalu mewarnai kehidupan Kerajaan Demak. Apalagi sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, Kesultanan Demak menjadi rebutan internal saudara raja Demak sendiri.

Dikisahkan dalam buku "Hitam Putih Raja - Raja Jawa Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita" karya Sri Wintala Achmad, dijelaskan Demak saat itu dikuasai Arya Penangsang.

Saat itu Arya Penangsang berhasil merebut kekuasaan Kerajaan Demak setelah berhasil membunuh Sunan Prawata melalui utusannya yakni Rangkut. Setelah itu Arya Penangsang juga sempat terjadi perselisihan dengan Raden Mukmin, hingga memunculkan perselisihan antara Pajang dan Jipang, bermula sejak Sultan Trenggana akan naik tahta sebagai sultan Demak.

 BACA JUGA:Raden Patah, Sosok Ulama Pemberani yang Jadi Raja Pertama Demak

Pada masa itu Raden Mukmin yang menghendaki ayahnya sebagai sultan Demak, memerintahkan Ki Surayata untuk membunuh Raden Kikin, ayah Arya Penangsang. Tujuannya agar Raden Kikin pesaing Sultan Trenggana, tidak menjadi raja.

Pada saat pulang salat Jumat, Raden Kikin yang baru sampai di jembatan dekat Masjid Demak ditikam oleh Ki Surayata hingga tewas. Oleh utusan Raden Mukmin, mayat Raden Kikin pun dibuang ke sungai. Kelak Raden Kikin dikenal dengan Pangeran Seda Lepen, atau pangeran yang meninggal di sungai.

 BACA JUGA: Cerita Kapal Tangguh Kerajaan Demak, Tak Mampu Ditembus Meriam Portugis

Akibat pembunuhan berencana itu, Arya Penangsang, yang saat itu Adipati Jipang mengetahui siapa pembunuh ayahnya dari Sunan Kudus berniat membalas dendam. Arya Penangsang mencoba membalas dendam kepada Raden Mukmin yang telah membunuh ayahnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Arya Penangsang akhirnya mengutus Rangkut atau perjineman, untuk membunuh Raden Mukmin, Sultan Demak yang bergelar Sunan Prawata. Sebutan Sunan Prawata lantaran pusat pemerintahan Demak saat itu bukan lagi di Demak Bintara, melainkan di Gunung Prawata.

Berbekal keris Kiai Betok yang diberikan oleh Arya Penangsang, Rangkut pergi ke Gunung Prawata. Setiba di tujuan, Rangkut memasuki ruang peraduan Sunan Prawata. Saat itulah ia menikam keris Kiai Betok ke tubuh Sunan Prawata, yang tengah tertidur pulas. Keris itu pun juga membunuh sang istri yang juga tengah tertidur pulas.

Namun sebelum menghembuskan napas terakhir bersama sang istri, Sunan Prawata sempat memberikan perlawanan dengan keris Kiai Betok itu. Ia menarik keris itu dari tubuhnya dan menghujamkan kembali ke tubuh Rangkut. Alhasil suruhan Arya Penangsang pun turut tewas bersamaan tewasnya Sunan Prawata dan istrinya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini