Share

5 Kasus Keji Anak Bunuh Ibu Kandung, Ada yang Dilecehkan Terlebih Dahulu

Ajeng Wirachmi, Litbang Okezone · Senin 26 September 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 25 337 2674562 5-kasus-keji-anak-bunuh-ibu-kandung-ada-yang-dilecehkan-terlebih-dahulu-vIKzrPBPhZ.jpg

JAKARTA - Kasus pembunuhan seorang ibu oleh anaknya sendiri sudah cukup sering terjadi di Indonesia. Berbagai motif pun mengikuti, salah satunya adalah masalah harta. Berikut adalah 5 kasus anak bunuh ibu kandung di Tanah Air.

1. Purwakarta, Jawa Barat

Peristiwa tak terduga sekaligus sadis terjadi di Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada 20 September 2022. TS, seorang pria warga desa Gunung Hejo, tega membunuh ibu kandungnya dengan cara menggorok leher sang ibu.

Warga setempat langsung melapor ke pihak kepolisian usai menemukan jasad korban yang sudah bersimbah darah di rumahnya. Polisi yang datang ke TKP langsung mengamankan lokasi dan meringkus tersangka, yang diduga mengalami gangguan jiwa.

 BACA JUGA:2 Guru Duel Maut, 1 Tewas Mengenaskan di Sultra

Pelaku diketahui sudah menjalani pengobatan sejak tahun 2019. Di sisi lain, proses hukum terhadap tersangka tetap dijalankan oleh pihak kepolisian.

2. Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung

Jamal Mirdad, warga Simpangkatis, sampai hati membunuh ibu kandungnya sendiri pada 24 Juni 2022. Tragisnya, Jamal juga sempat melakukan pelecehan seksual kepada sang ibu sebelum membunuhnya.

Adapun motif tersangka adalah ingin menguasai harta korban. Korban dibunuh dengan cara dibekap hingga kehabisan udara. Saat pemeriksaan, tersangka mengakui seluruh perbuatannya dan mengatakan bahwa hal itu ia lakukan saat dalam pengaruh minuman keras.

Setelah melakukan aksinya, ia merekayasa kondisi seolah-olah sudah terjadi pencurian dan pembunuhan di rumahnya. Jamal diancam Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

 BACA JUGA:Transjakarta Aktifkan Kembali Rute Summarecon Bekasi-Pancoran dan Ciputat-Kampung Rambutan

3. Tarakan, Kalimantan Utara

Karena tidak direstui saat meminta dicarikan calon pasangan, MS nekat membunuh ibu kandungnya pada 10 September 2022. Warga Juata Laut, Tarakan itu menikam ibunya berkali-kali hingga tewas. Meskipun sempat dibawa ke rumah sakit dalam keadaan penuh luka dan darah, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan lantaran parahnya luka yang diderita.

 

Ditemukan lebih dari 5 luka tusukan di tubuh korban. MS langsung ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di Polres Tahanan. MS rupanya memiliki gangguan mental dan cukup sering kambuh. Korban tidak merestui keinginan tersangka untuk menikah karena banyak faktor, serta salah satu faktornya adalah masalah biaya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

4. Sragen, Jawa Tengah

Seytorini, seorang ibu berusia 53 tahun di Sragen, ditemukan sudah tak bernyawa di kamar mandi rumahnya pada 28 Juni 2022 pagi. Siang harinya, tetangga terdekat Setyorini memakamkan jasadnya. Namun, kejanggalan baru terasa usai proses pemakaman. Salah satunya adalah posisi tubuh korban yang seperti bersujud dengan kepala berada di ember.

Ia diketahui juga diketahui sempat beradu mulut dengan anaknya. Kejanggalan tersebut membuat warga melaporkan kematian Setyorini ke pihak kepolisian. Makamnya kemudian dibongkar oleh polisi dan jasadnya diautopsi. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa ia dibunuh oleh anaknya, Dian.

Pria berusia 25 tahun tersebut membenamkan kepala ibunya ke dalam ember hingga kehilangan nyawa. Setelah itu, Dian membuat skenario seakan-akan sang ibu tewas terpeleset. Usai terbukti bersalah, tersangka ditahan di Mapolres Sragen guna pemeriksaan lebih lanjut.

5. Cilacap, Jawa Tengah

Kejadian anak bunuh ibu kandungnya juga pernah terjdi di Cilacap, Jawa Tengah pada 8 September 2021. RS, pria asal Cilacap, Jawa Tengah membunuh ibunya sendiri dengan cara menyabet lehernya menggunakan parang. Pelaku ditangkap petugas gabungan TNI-Polri ketika hendak melarikan diri. Melansir Sindonews, kejadian bermula ketika korban sedang memasak air di dapur.

Pelaku datang dan langsung membacok ibunya dengan parang. Meskipun berada dalam kondisi bersimbah darah, korban masih tetap bisa keluar rumah untuk meminta tolong. Sayangnya, pelaku datang dan membacok bagian leher korban. Peristiwa itu menyebabkan korban kehabisan darah hingga tewas.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini