Share

Saksi Kunci Sembuh, Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Digelar Pekan Depan

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 25 September 2022 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 25 337 2674557 saksi-kunci-sembuh-sidang-etik-brigjen-hendra-kurniawan-digelar-pekan-depan-mNK1Rlbp3k.jpg Brigjen Hendra Kurniawan/Foto: Ist

JAKARTA - Sidang etik mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan akan dilaksanakan pada pekan depan. Proses itu sempat tertunda lantaran AKBP Arif Rahman Arifin menderita sakit parah.

AKBP Arif Rahman Arifin disebut sebagai saksi kunci Brigjen Hendra Kurniawan di kasus menghalangi penyidikan atau Obstruction of Justice di kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

 BACA JUGA:Transjakarta Aktifkan Kembali Rute Summarecon Bekasi-Pancoran dan Ciputat-Kampung Rambutan

"AR ini termasuk saksi kunci yang penting terkait obstruction of justice," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Minggu (25/9/2022).

Menurut Dedi, AKBP Arif Rahman sendiri merupakan sosok kunci terkait untuk mendalami adanya proses perintah dari Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria terkait dengan dugaan menghilangkan barang bukti berupa CCTV di lokasi kejadian penembakan Brigadir J.

 BACA JUGA:Heboh Prajurit TNI AL Dilarang Main Tiktok hingga Bigo Live, Ini Penjelasan Kadispenal

Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatri dan AKBP Arif Rahman berstatus tersangka dalam perkara Obstruction of Justice. Agus Nurpatria sendiri sudah disanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atas perbuatannya. Ia ajukan banding.

"HK, kemudian ada Agus Nurpatria, kemudian dia baru memerintahkan yang ke bawah, ini harus diuji dalam persidangan," ujar Dedi.

Kini, kata Dedi, sidang etik akan berlangsung pekan depan. Mengingat, AKBP Arif Rahman sudah selesai menjalani operasi atas penyakit yang dideritanya.

"Yang jelas operasi. Informasi yang saya dapat juga terakhir Insya Allah untuk sidang kode etik Brigjen HK akan digelar minggu depan," ucap Dedi.

Saat ditanyakan apakah kemungkinan bisa ditunda lagi, Dedi menegaskan, pihaknya berpacu dengan waktu untuk merampungkan seluruh sidang etik terhadap semua terduga pelanggar di kasus Brigadir J.

"Tidak, yang penting informasi yang saya dapat hari ini minggu depan. sesuai arahan Bapak Kapolri harus cepat prosesnya," tutur Dedi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Diketahui, dalam kasus Obstruction of Justice, Polri telah menetapkan tujuh orang tersangka pidana. Yakni, FS atau Ferdy Sambo selaku mantan Kadiv Propam Polri, HK atau Brigjen Hendra Kurniawan selaku eks Karopaminal Divisi Propam Polri, ANP atau Kombes Agus Nurpatria selaku eks Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri, AR atau AKBP Arif Rahman Arifin selaku eks Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri.

Lalu, BW atau Kompol Baiquni Wibowo selaku eks PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, CP atau Kompol Chuck Putranto selaku eks PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri dan AKP Irfan Widyanto eks Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri.

Dalam hal ini, Polri telah menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap empat tersangka, yaitu, Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan Kombes Agus Nurpatria.

Terbaru, komisi etik telah resmi menolak banding PTDH yang diajukan oleh Ferdy Sambo. Dengan kata lain, adanya penolakan banding tersebut, menjadikan Ferdy Sambo resmi dipecat atau bukan lagi sebagai anggota Polri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini