Share

5 Fakta Lukas Enembe Minta Izin Berobat ke Singapura, Apa Respon KPK?

Tim Okezone, Okezone · Minggu 25 September 2022 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 337 2674347 5-fakta-lukas-enembe-minta-izin-berobat-ke-singapura-apa-respon-kpk-lSrATj0iAf.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Tim pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjelaskan kondisi terkini dari Gubernur Papua, Lukas Enembe yang telah ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi oleh KPK beberapa waktu lalu.

Berikut fakta yang dihimpun

1. Minta Jokowi Turun Tangan

Menurut tim kuasa hukum dan tim dokter pribadi, Gubernur Papua itu masih dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Tim kuasa hukum pun meminta agar Presiden RI, Joko Widodo turun tangan dan memberikan izin kepada Lukas Enembe untuk mendapatkan perawatan intensif di Singapura.

"Oleh karena itu dengan memperhatikan kondisi kesehatan Bapak Gubernur saya atas nama tim hukum Gubernur meminta agar Presiden Jokowi memberikan izin kepada beliau untuk berobat keluar negeri dalam rangka menyelamatkan nyawa dan jiwa Pak Gubernur," kata Kuasa Hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening kepada wartawan.

2. Minta Keringanan

Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Alosius Renwarin, meminta keringanan kepada KPK agar kliennya diperbolehkan ke luar negeri untuk berobat. Pasalnya, yang bersangkutan hingga saat ini disebut belum pulih dari sakitnya.

"Kami akan komunikasi apakah ada keringanan dari Negara untuk beliau ke luar negeri untuk berobat atau kita harus datangkan dokternya langsung," kata Alosius

3. Tak Akan Penuhi Panggilan KPK

Lukas Enembe sudah dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan oleh KPK pada 26 September 2022 mendatang. Ini adalah panggilan kedua yang dialayangkan KPK untuk tersangka kasus korupsi ini, setelah mangkir pada panggilan pertama.

Kendati demikian, Alosius mematikan bahwa kliennya juga tidak akan memenuhi panggilan kedua KPK tersebut, lantaran yang bersangkutan masih sakit.

"Beliau masih dalam kondisi sakit, kaki Pak Lukas masih bengkak sehingga tidak bisa berjalan, saat ini beliau dalam penanganan tim dokter pribadi, " ujarnya.

4. Respon KPK

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, menegaskan, pihaknya menjunjung asas praduga tidak bersalah dan hak asasi manusia dalam tiap penanganan perkara.

Oleh karena itu, KPK menghormati hak semua tersangka mendapat pelayanan kesehatan jika benar-benar dibutuhkan.

"Alasan ketidakhadiran tersangka karena kesehatan tentu juga harus disertai dokumen resmi dari tenaga medis supaya kami dapat analisis lebih lanjut,” ujar Ali kepada awak media.

5. KPK Juga Punya Tenaga Medis Khusus

KPK disebutkan memiliki tenaga medis khusus dalam melakukan pemeriksaan baik terhadap saksi ataupun tersangka yang dipanggil penyidik antirasuah.

“Tidak hanya kali ini sebagaimana diketahui KPK sebelumnya juga beberapa kali memberikan kesempatan dan penyediaan fasilitas kesehatan bagi saksi maupun tersangka pada perkara-perkara lainnya," terangnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini