Share

KY Bakal Periksa Dugaan Pelanggaran Etik 2 Hakim yang Jadi Tersangka KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 24 September 2022 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 337 2674056 ky-bakal-periksa-dugaan-pelanggaran-etik-2-hakim-yang-jadi-tersangka-kpk-GDSAqzsoy8.jpg Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati. (MPI)

JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) bakal melakukan pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran etik dua hakim yang menjadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya adalah Hakim Agung, Sudrajad Dimyati (SD) dan Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti MA, Elly Tri Pangestu (ETP).

Sudrajad Dimyati dan Elly Tri Pangestu merupakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Keduanya diduga turut menerima suap terkait pengurusan upaya kasasi di MA atas putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

"KY punya kewenangan terhadap hakim dan kebetulan yang sudah ditetapkan dalam daftar tersangka itu ada dua orang hakim, satu hakim agung, satu hakim yustisial. Kami akan lakukan pemeriksaan," kata Ketua Bidang Sumber Daya Manusia, Advokasi, Hukum, Penelitian, dan Pengembangan KY, Binziar Kadafi, Sabtu (24/9/2022).

Ia menjelaskan, saat ini KY tinggal menentukan waktu yang tepat terkait pemeriksaan dugaan pelanggaran etik 2 hakim tersebut. Terpenting, kata Binziar, KY akan berkoordinasi dengan KPK soal pemeriksaan Sudrajad dan Elly agar tidak menggangu proses penegakan hukum.

"Cuma tinggal timingnya, apakah bersamaan dengan proses penegakan hukum yang terjadi di KPK. Kemudian, ruang seperti apa yang perlu kami jaga agar penegakan hukum di KPK itu bisa berjalan efektif. Itu yang kamu akan koordinasikan," ucap Binziar.

"Tapi, yang jelas KY akan secara aktif dan serius memberi perhatian pada kasus ini dan akan mengexercise kewenangannya yang akan diberikan konstitusi dalam rangka mengawasi dan mendisiplinkan hakim," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, KPK telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di MA. Ke-10 orang tersebut adalah Hakim Agung, Sudrajad Dimyati (SD); Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti MA, Elly Tri Pangestu (ETP).

Kemudian, empat PNS MA, Desy Yustria (DS), Muhajir Habibie (MH), Nurmanto Akmal (NA), dan Albasri (AB). Selanjutnya, dua Pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES). Terakhir, dua Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Dalam kasus ini, Sudrajad, Elly, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Nurmanto Akmal, dan Albasri diduga telah menerima sejumlah uang dari Heryanto Tanaka serta Ivan Dwi Kusuma Sujanto melalui pengacaranya, Yosep dan Eko Suparno.

Sejumlah uang tersebut diduga terkait pengurusan upaya kasasi di MA atas putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana. Total uang yang tunai yang diserahkan oleh Yosep Parera dan Eko Suparno terkait pengurusan perkara tersebut sekira 202 ribu dolar Singapura atau setara Rp2,2 miliar.

Uang tersebut kemudian dibagi-bagi kepada hakim serta pegawai MA. Rinciannya, Desy Yustria mendapatkan jatah sebesar Rp250 juta; Muhajir Habibie sebesar Rp850 juta; Elly Tri Pangestu sebesar Rp100 juta; dan Sudrajad Dimyati sebesar Rp800 juta.

Sebagai pemberi suap, Heryanto, Yosep, Eko, dan Ivan Dwi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Sudrajad, Desy, Elly, Muhajir, Redi, dan Albasri yang merupakan pihak penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini