Share

Mengenal 9 Pasukan Elite TNI Paling Mematikan dan Disegani Dunia

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 23 September 2022 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 337 2673769 mengenal-9-pasukan-elite-tni-paling-mematikan-dan-disegani-dunia-y35b9s1K2V.jpg Kopassus termasuk salah satu dari 9 pasukan elite TNI. (kopassus.mil.id)

JAKARTA - TNI memiliki sejumlah pasukan elite. Pasukan elite itu tersebar di 3 matra, yaitu Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara.

Keberadaan pasukan elite yang terdiri atas prajurit dalam regu khusus itu disegani dunia. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, berikut 9 pasukan khusus TNI yang paling mematikan :

1. Tontaipur

Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan pasukan berkualifikasi intelijen tempur Kostrad. Pembinaan satuan berada di Yon Satria Sandi Yudha dan pengoperasian di bawah kendali Panglima Kostrad yang berkemampuan tri matra. Anggota Tontaipur direkrut dari satuan-satuan yang berdinas di Kostrad.

Peleton Taipur dibentuk untuk melatih dan membentuk prajurit satuan jajaran Kostrad menjadi prajurit Taipur yang memiliki kemampuan khusus dalam melaksanakan tugas operasi di berbagai medan, baik di rawa laut, hutan, gunung, dan perkotaan.

2. Kopassus

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan bagian dari Komando Utama (Kotama) tempur yang dimiliki TNI AD. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan antiteror.

Tugas Kopassus Operasi Militer Perang (OMP) di antaranya direct action serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, combat SAR, antiteror, advance combat intelligence (operasi inteligen khusus).

Selain itu ada pula tugas Kopasus lainnya yakni Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Tugas itu di antaranya humanitarian asistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, SAR Khusus, serta pengamanan VVIP.

Dalam catatan sejarah, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan Kopassus diantaranya operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, serta Pepera di Irian Barat.

Selanjutnya operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, operasi pembebasan sandera perompak Somalia, serta berbagai operasi militer lainnya.

Lantaran misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas kegiatan tugas satuan Kopassus tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi Kopassus yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik adalah penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk dikoordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia, serta operasi patroli jarak jauh (long range recce) di perbatasan Papua Nugini.

3. Batalion Raider

Batalion Raider adalah salah satu batalyon pasukan elite infanteri TNI. Sepuluh batalion raider yang diresmikan pada 22 Desember 2003 itu dibentuk dengan membekukan 8 Yonif pemukul Kodam dan 2 Yonif Kostrad.

Sebagai kekuatan penindak, kekuatan satu batalion raider (yonif raider) setara tiga kali lipat kekuatan satu batalion infanteri (yonif) biasa di TNI AD. Unit infanteri ini dilatarbelakangi dengan taktik pertempuran "Raid" (depredasi).

Setiap batalion raider terdiri atas 747 personel. Mereka memperoleh pendidikan dan latihan khusus selama enam bulan untuk perang modern, antigerilya, dan perang berlarut. Tiap-tiap batalion ini dilatih untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat batalion infanteri biasa.

Mereka dilatih untuk melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari helikopter. Sebanyak 50 orang personel di antara 747 orang personel dalam satu batalion Raider memiliki kemampuan antiteror dan keahlian-keahlian khusus lainnya.

4. Sat 81/Gultor

Satuan 81 Kopassus dulunya lebih dikenal sebagai Sat-81/Gultor. Satuan di Kopassus ini setingkat dengan grup. Satuan ini berisi prajurit terbaik dari seluruh prajurit TNI, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur.

Kekuatan Sat-81/Gultor tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personel maupun jenis persenjataan yang dimilikinya.

Diketahui, beberapa tahun belakang ini istilah Gultor dihilangkan dari satuan ini. Hal itu bukan tanpa sebab, melainkan karena kualifikasi yang dimiliki lebih dari penanggulangan teror.

Satuan-81 merupakan ujung tombak pertahanan dan keamanan Indonesia. Tidak seperti satuan lain yang selalu mengekspos kegiatan mereka, visi dan misi Satuan-81 adalah untuk "tidak diketahui, tidak terdengar, dan tidak terlihat".

5. Denjaka

Detasemen Jalamangkara (Denjaka) merupakan detasemen penanggulangan teror aspek laut yang berasal dari TNI AL. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Batalion Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL.

Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Anggota Denjaka harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut). Pendidikan itu berlangsung selama enam bulan.

Dikabarkan, tak banyak prajurit TNI yang bisa lolos dalam pendidikan untuk menjadi anggota Denjaka. Dari ratusan prajurit yang ikut pendidikan, hanya sekira 50 yang terpilih menjadi anggota Denjaka. Sebabnya, anggota Denjaka wajib memiliki IQ tinggi dan harus kuat menjalani latihan keras dan mengancam nyawa.

Detasemen dengan moto Satya Wira Dharma ini dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama antiteror aspek laut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, 1 anggota Denjaka setara dengan 120 prajurit biasa.

6. Yontaifib

Batalion Intai Amfibi (Yon Taifib) merupakan satuan elite Korps Marinir yang memiliki spesialisasi dalam operasi Pengintaian Amfibi (Amphibious reconnaissance) dan Pengintaian Khussus (Special reconnaissance).

Kesatuan ini sebanding dengan Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus dalam jajaran TNI AD. Satuan ini dahulunya dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi).

Untuk menjadi anggota YonTaifib, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal 2 tahun. Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan intai amfibi adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat sejauh 3 km.

Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk ke Denjaka.

7. Kopaska

Komando Pasukan Katak (Kopaska) merupakan pasukan khusus dari TNI AL. Kopaska didirikan pada 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya.

Saat ini Kopaska terbagi menjadi tiga Komando, yaitu Satuan Komando Pasukan Katak Armada I di Pondok Dayung, Jakarta Utara; Satuan Komando Pasukan Katak Armada II di Surabaya; dan Satuan Komando Pasukan Katak Armada III di Sorong.

Tugas utama pasukan ini adalah peledakan/demolisi bawah air termasuk sabotase/penyerangan rahasia ke kapal lawan dan sabotase pangkalan musuh, torpedo berjiwa (kamikaze), penghancuran instalasi bawah air, pengintaian, mempersiapkan pantai pendaratan untuk operasi amfibi yang lebih besar serta antiteror di laut/maritime counter terorism.

Semboyan dari korps ini adalah "Tan Hana Wighna Tan Sirna" yang berarti "tak ada rintangan yang tak dapat diatasi".

8. Paskhas

Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhas TNI AU) dengan nama sebutan lain Baret Jingga merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI AU. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, dan darat.

Setiap prajurit Paskhas diharuskan minimal memiliki kualifikasi para-komando (Parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional, kemudian ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai spesialisasinya.

Paskhas mempunyai ciri khas tugas tambahan yang tidak dimiliki oleh pasukan lain, yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD) yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan kawan.

Korpaskhas bertugas membina kekuatan dan kemampuan satuan Paskhas sebagai pasukan matra udara untuk siap operasional dalam melaksanakan perebutan sasaran dan pertahanan objek strategis AD, pertahanan udara, operasi khusus dan khas matra udara dalam operasi militer atas kebijakan Panglima TNI.

9. Satbravo-90

Satuan Bravo 90 (Satbravo-90), yang sebelumnya bernama Denbravo 90 adalah satuan pelaksana operasi khusus Korps Pasukan Khas yang berkedudukan langsung di bawah Dankorpaskhas.

Satuan Bravo 90 Paskhas bertugas melaksanakan operasi intelijen, melumpuhkan alutsista/instalasi musuh dalam mendukung operasi udara, dan penindakan teror bajak udara serta operasi lain sesuai kebijakan Panglima TNI.

Satbravo-90 terbilang pasukan khusus Indonesia yang paling muda pembentukannya. Baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo berarti yang terbaik.

Satuan Bravo 90 memiliki Motto: Catya Wihikan Awacyama Kapala artinya Setia, Terampil, Berhasil. Sat Bravo 90 ini tergabung dalam Pusat Pengendalian Krisis (Pusdalsis) BNPT yang terdiri atas gabungan antara satuan-satuan khusus, seperti Detasemen Khusus 81 (Penanggulangan Teror) dari TNI-AD, Denjaka dari TNI-AL, dan Resimen I Gegana Korps Brimob dari Polri.

Pusdalsis yang terdiri dari gabungan satuan-satuan elit TNI-Polri ini ditugaskan sebagai pasukan penanganan terror untuk dikirim bila terjadi aktivitas terrorisme seperti pembajakan pesawat.

1
5

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini