Share

Tokubetsu Keisatsutai, Cikal Bakal Brimob yang Miliki Kekuatan Dahsyat

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 23 September 2022 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 337 2673756 tokubetsu-keisatsutai-cikal-bakal-brimob-yang-miliki-kekuatan-dahsyat-dKgRfTlfsR.jpg Brimob Polri (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Brigadir Mobile Polri atau Brimob merupakan pasukan elite Polri yang dilatih untuk memiliki kemampuan istimewa. Hal ini selaras dengan nama Brimob saat pertama kali terbentuk, yakni Tokubetsu Keisatsutai atau pasukan polisi istimewa.

Melansir situs Korps Brimob Polri, satuan Brimob di era Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno memiliki kekuatan dahsyat. BACA JUGA:4 Operasi Kopassus, Gempur OPM hingga Duel dengan SAS

Bermula saat pemerintah militer Jepang membentuk tenaga cadangan yang dapat digerakkan dengan cepat dan memiliki mobilitas tinggi. Kemudian, lahirlah Tokubetsu Keisatsutai pada April 1944. Cikal bakal Brimob Polri.

Satuannya beranggotakan polisi muda yang didirikan di setiap Karesidenan seluruh Jawa, Madura, dan Sumatera. Persenjataan yang dimiliki Tokubetsu lebih lengkap dibanding polisi biasa.

Bahkan, calon anggotanya mendapatkan pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang, sehingga Tokubetsu Keisatsutai adalah pasukan polisi yang terlatih, disipin dan terorganisir.

BACA JUGA:Mengintip 3 Tahap Pendidikan Komando Kopassus, Harus Siap Menderita 

Pada akhir 1944 dibentuk satuan Tokubetsu Keisatsutai dengan kekuatan satu Kompi yang beranggotakan antara 60-200 orang pada setiap Karesidenan. Hingga akhirnya, ketika Jepang menyerah kepada sekutu, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Masa penggemblengan Tokubetsu Keisatsutai pun berakhir. Namun, para Anggota Tokubetsi Keisatsutai bahu membahu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia bersama dengan rakyat. 

Seluruh satuan semimiliter dan militer di Indonesia dibubarkan. Tokubetsu Keisatsutai menjadi satu-satunya kesatuan yang masih boleh memegang senjata.

Hal ini yang menempatkan anggota Tokubetsu Keisatsutai menjadi pioner dalam perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi I, Mohammad Jasin membacakan teks Proklamasi dari Pasukan Polisi Istimewa yang berbunyi,“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia“.

Polisi Istimewa kemudian menyebarluaskan teks Proklamasi tersebut dengan cara ditempelkan di tempat-tempat yang ramai dan dapat dibaca orang. Selain menempelkan teks Proklamasi Kepolisian, mereka juga menempelkan teks Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia.

Pimpinan Polisi Istimewa dari Jepang yaitu Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto digantikan oleh Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin. Pasukan Polisi Istimewa turut serta berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Mochammad Jasin.

Setahun lebih Polisi Istimewa berkiprah di garda depan dalam berbagai perebutan fasilitas militer dan tempat-tempat strategis di pulau Jawa dan Sumatera, pada tanggal 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob).

Berdasarkan surat order Y. M. Menteri Kepala Kepolisian Negara No. Pol. 23 /61/ tanggal 12 Agustus 1961 ditetapkan bahwa tanggal 14 November 1961 merupakan hari Mobile Brigade ke-16. Saat itu pula, Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno selaku Inspektur upacara menganugerahkan “Nugraha Cakanti Yana Utama“ sebagai penghargaan pemerintah atas atas pengabdian dan kesetiaan Mobile Brigade.

Kini, Brimob kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Polri. Beberapa tugas utamanya adalah penanganan terorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi.

Kemudian, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera, dan penjinakan bom (EOD). Brimob juga bersifat sebagai komponen besar di dalam Polri yang dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas anti-separatis dan anti-pemberontakan, sering kali bersamaan dengan operasi militer. Korps Brimob tergolong sebagai "Unit Taktis Polisi".

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini