Share

Denjaka, Gabungan Dua Pasukan Elite TNI yang Paling Ditakuti Musuh

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 23 September 2022 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 337 2673738 denjaka-gabungan-dua-pasukan-elite-tni-yang-paling-ditakuti-musuh-slP81X0iyP.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BANDUNG - TNI Angkatan Laut memiliki armada khusus dengan ketrampilan khusus pula. Kehebatannya tak perlu diragukan lagi.

Detasemen Jala Mangkara atau dikenal dengan sebutan Denjaka merupakan pasukan khusus TNI Angkatan Laut (AL). Secara resmi, Denjaka dibentuk pada 13 November 1984.

Tugas utama dari pasukan baret ungu ini adalah sebagai satuan antiteror yang bisa dioperasikan dimana saja, terutama di laut. Spesialisasi mereka adalah antiteror dan antisabotase di laut dan daerah pantai.

Anggotanya merupakan gabungan antara personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Batalyon Intai Amfibi (Yontaibi). Dengan kata lain, Denjaka merupakan dua tim elit yang digabung menjadi satu sehingga menjadi satu kekuatan menakutkan.

Sebagai pasukan khusus, aktivitas Denjaka bersifat rahasia. Berbagai kegiatannya pun sangat jarang dipublikasikan. Alhasil, kekuatan bisa sangat mengejutkan musuh saat bentrok.

Mereka bisa beroperasi di darat, laut, dan udara. Mereka juga kadang dilibatkan untuk pengamanan presiden.

Dilansir dari berbagai sumber, kekuatan satu personel Denjaka bahkan setara dengan 120 TNI biasa. Kemampuan mereka didapat dari hasil pelatihan luar biasa keras. Fisik, mental, serta kemampuan berpikir mereka merupakan keunggulan yang bisa membuat musuh kelabakan.

Dari ratusan orang yang mendaftar jadi anggota Denjaka, biasanya hanya sekira 50 orang yang lolos. Satu per satu biasanya tumbang setelah melewati rangkaian proses seleksi dan latihan yang mengerikan.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Salah satu cara menggembleng anggota Denjaka adalah dengan melepasnya di laut lepas dengan tangan dan kaki terikat. Berada di tengah laut dengan ombak ganas, mereka dituntut untuk bisa melepaskan diri. Itu dilakukan agar jika suatu saat mereka dilepas musuh dengan kondisi tangan dan kaki terikat, mereka bisa bertahan hidup.

Tak kalah ngeri dari dilepas di laut, mereka juga dilepas di hutan tanpa perbekalan. Satu-satunya yang dibekali hanya garam. Mereka harus bisa bertahan hidup tanpa perbekalan.

Hutan pun jadi sahabat yang akan membuat mereka tetap bertahan. Dari latihan itu, diharapkan anggota Denjaka punya kemampuan bertahandi alam, melatih kemampuan fisik, hingga kemampuan skill perorangan.

Untuk melatih kemampuan sebagai pejuang tangguh di udara, mereka juga dilatih untuk terjun dari pesawat dengan ketinggian yang sulit dideteksi musuh

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini