Share

Viral soal Aturan PNS yang Ceraikan Istri Berikan Sebagian Gajinya

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Jum'at 23 September 2022 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 337 2673603 viral-soal-aturan-pns-yang-ceraikan-istri-berikan-sebagian-gajinya-rkqwY8lr7H.jpg Viral soal aturan PNS yang ceraikan istri berikan sebagian gajinya. (Ilustrasi/Okezone)

JAKARTA - Viral di media sosial (medsos) soal informasi pegawai negeri sipil (PNS) yang menceraikan istrinya harus memberikan setengah gajinya untuk mantan istrinya tersebut.

Informasi ini viral setelah diposting di akun TikTok oleh akun @seblak061074. Dalam postingan itu disebutkan peraturan tersebut berlaku jika laki-laki yang menggugat cerai istrinya.

“Para mantan suami (PNS), sekarang lg galau ada aturan baru yg mengharuskan para ex suami harus memberi nafkah ke istrinya separuh dari gajinya… jadi, sekarang tdk ada lg mantan istri yg terlantar. Krn setengah gaji ex suami lgsg d trsfr ke rek ex istri sbg biaya hidup istri dan anak2nya. Peraturan ini berlaku utk para laki2 yg menggugat cerai istrinya… dan bukan sebaliknya ya…,” demikian tulisan dalam postingan akun tersebut, dikutip pada Jumat (23/9/2022).

Selanjutnya disebutkan, peraturan tersebut tidak berlaku jika mantan istri menikah lagi.

Banyak netizen setuju dengan postingan tersebut. Ada pula netizen yang menambahi soal peraturan mengenai gaji suami diberikan kepada istri yang diceraikannya.

Sementara itu, dalam penelusuran Okezone, peraturan mengenai hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan Dan Perceraian Bagi PNS. Aturan ini mengatur hak mantan istri PNS.

Kemudian aturan ini mengalami perbaruan dengan beberapa penyempurnaan pasal melalui PP Nomor 45 Tahun 1990.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Dalam pasal 8 PP Nomor 10 Tahun 1983 ayat 1 disebutkan bahwa apabila perceraian terjadi atas kehendak Pegawai Negeri Sipil (PNS) pria maka dia wajib menyerahkan sebagian gajinya untuk penghidupan bekas isteri dan anak-anaknya.

"Pembagian gaji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ialah sepertiga untuk Pegawai Negeri Sipil pria yang bersangkutan, sepertiga untuk bekas isterinya, dan sepertiga untuk anak atau anak-anaknya," tulis aturan tersebut dikutip Okezone, Jumat (23/9/2022).

Masih dalam pasal yang sama, apabila dari perkawinan tersebut tidak ada anak maka bagian gaji yang wajib diserahkan oleh Pegawai Negeri Sipil pria kepada bekas isterinya ialah setengah dari gajinya.

"Apabila bekas isteri Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan kawin lagi, maka haknya atas bagian gaji dari bekas suaminya menjadi hapus terhitung mulai ia kawin lagi," bunyi ayat lainnya.

Namun, apabila perceraian terjadi atas kehendak isteri, maka dia tidak berhak atas bagian penghasilan dari bekas suaminya. Akan tetapi, aturan pasal 8 ayat 4 ini kemudian disempurnakan.

"Pembagian gaji kepada bekas istri tidak diberikan apabila alasan perceraian disebabkan karena istri berzinah, dan atau melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin terhadap suami, dan atau istri menjadi pemabuk, pemadat, dan penjudi yang sukar disembuhkan, dan atau istri telah meninggalkan suami selama dua tahun berturut-turut tanpa izin suami dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya," tulis Pasal 8 ayat 4 yang sudah disempurnakan.

Selain itu, pembaruan pasal 8 juga berlaku di ayat 5 dan 6. "Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) tidak berlaku, apabila istri minta cerai karena dimadu, dan atau suami berzinah, dan atau suami melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin terhadap istri, dan atau suami menjadi pemabuk, pemadat, dan penjudi yang sukar disembuhkan, dan atau suami telah meninggalkan istri selama dua tahun berturut-turut tanpa izin istri dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.”

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini