Share

KY Akan Periksa Hakim yang Terlibat Kasus Sudrajat Dimyati

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Jum'at 23 September 2022 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 337 2673563 ky-akan-periksa-hakim-yang-terlibat-kasus-sudrajat-dimyati-T87hRFHwXR.jpg Komisi Yudisial (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) akan memeriksa hakim dan para pihak yang terlibat dalam kasus Hakim Agung Sudrajat Dimyati. Diketahui, Sudrajat diduga telah menerima suap terkait penanganan perkara.

"KY akan periksa terhadap hakim dan pihak yang terlibat dalam perkara ini sesuai tugas dan kewenangan KY," ujar Ketua KY Mukti Fajar Nur Dewata saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2022).

BACA JUGA:Pakar Komunikasi Sebut Hakim Agung yang Kotori Keagungan Lembaganya Harus Dihukum Berat 

Lebih lanjut, Mukti juga menyatakan, pihaknya juga mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus yang menyeret Hakim Agung Sudrajat Dimyati.

"KY mendukung KPK untuk bekerja melakukan proses penagakan hukum secara tuntas terhadap perkara ini," ujar Mukti.

 

Sebagaimana diketahui, KPK telah mengumumkan 10 tersangka kasus suap 'jual beli' pengurusan kasasi gugatan aktivitas Koperasi Simpan Pinjam Intidana di Mahkamah Agung (MA) pada Jumat 23 September 2022 dini hari.

BACA JUGA:MA Prihatin Hakim Agung Jadi Tersangka Suap Kepengurusan Perkara, Jubir Sebut SD akan Kooperatif 

Salah satu dari 10 tersangka tersebut adalah Hakim Agung MA, Sudrajad Dimyati. Sudrajad Dimyati diduga menerima jatah Rp800 juta dari kasus tersebut.

Hakim Agung Sudrajad Dimyati diduga menerima jatah Rp800 juta dari suap terkait pengurusan kasasi gugatan aktivitas Koperasi Simpan Pinjam Intidana di MA.

KPK dalam konferensi pers pada Jumat dini hari tari menyebutkan telah mengamankan uang 205.000 Dolar Singapura dan Rp50 jita dalam operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA.

Selain Sudrajad, lembaga antirasuah juga menetapkan lima pegawai MA lainnya seperti Elly Tri Pangestu menjabat sebagai Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti MA, PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie. Kemudian, PNS MA Redi dan Albasri.

Keenam tersangka sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara itu, KPK juga mencokok tedduga pemberi suap yakni pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno. Kemudian, debitur koperasi simpan pinjam Intidana Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Keempatnya disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Dari kesepuluh tersangka itu, enam di antaranya langsung dilakukan penahanan. Keenam orang yang langsung ditahan itu adalah Elly Tri Pangestu, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Albasri, Yosep Parera, dan Eko Suparno.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini