Share

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Agung Sudrajad Dimyati Belum Ditahan dan Masih Berkantor

Irfan Maulana, MNC Portal · Jum'at 23 September 2022 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 337 2673466 jadi-tersangka-kasus-suap-hakim-agung-sudrajad-dimyati-belum-ditahan-dan-masih-berkantor-JnckxxkBpZ.jpg Hakim Agung Sudrajad Dimyati/Antara

JAKARTA - Hakim Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati yang tersereta kasus suap kepengurusan perkara, sampai saat ini belum ditahan meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkannya sebagai tersangka.

Bahkan pada hari Jumat (23/9/2022) pagi, ia masih sempat datang ke kantor MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

"Jadi pak Sudrajad tadi malam masih di rumahnya, kemudian tadi pagi juga ada ketemu dengan kami, dan minta restu bahwa dia siap menghadiri Memenuhi panggilan KPK ini. Dan kami juga mendorong," ujar Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro.

Namun, menurut Andi, Sudrajad akan memenuhi panggilan KPK.

"Menurut Sudrajad dia datang ke kantor pagi tadi itu dari rumahnya. Jadi tadi pagi dia berkantor, tapi sehubungan dengan ada panggilan dari KPK dia akan segera ke sana," kata Andi.

Terkait dengan statusnya di MA, kata Andi pihaknya masih menunggu kepastian hukum dari KPK.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Kami juga baru mendengar dari media bahwa pak Sudrajad ditetapkan sebagai tersangka dan diminta kooperatif memenuhi panggilan KPK. Jadi itu yang saya bisa jelaskan. Kalau ada pertanyaan nanti WA (WhatsApp) saja," jelas Andi.

Diketahui, KPK telah menetapkan 10 orang tersangka tersangka terkait suap pengurusan perkara di MA. Enam diantaranya dari MA sebagai penerima suap yakni dua hakim MA dan 4 pegawai MA.

Satu di antaranya adalah Hakim Agung yakni Sudrajad Dimyati. Lalu Elly Tri Pangestu menjabat sebagai Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti MA, PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie. Kemudian, PNS MA Redi dan Albasri.

Keenam tersangka sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Lalu, empat lainnya sebagai pemberi suap yakni pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno. Kemudian, debitur koperasi simpan pinjam Intidana Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Keempatnya disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dari kesepuluh tersangka itu, 6 di antaranya langsung dilakukan penahanan. Keenam orang yang langsung ditahan itu adalah Elly Tri Pangestu, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Albasri, Yosep Parera, dan Eko Suparno.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini