Share

23 September Ditetapkan Jadi Hari Maritim Nasional, Begini Amanat Presiden Soekarno

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 23 September 2022 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 337 2673368 23-september-ditetapkan-jadi-hari-maritim-nasional-begini-amanat-presiden-soekarno-vO9UqhfN4X.jpg Soekarno. (Foto: Perpusnas)

JAKARTA - Presiden Soekarno menetapkan 23 September menjadi Hari Maritim Nasiona. Hal ini Berdasarkan Musyawarah Nasional (Munas) Maritim I, melalui Surat Keputusan Nomor 249 Tahun 1964. Hal tersebut sesuai dengan misi menjadikan Indonesia sebagai negara maritim.

Sebelum penetapan Hari Maritim Nasional di tahun 1964, Presiden Soekarno telah meresmikan Angkatan Laut pada tahun 1953.

Dalam pidatonya, Soekarno berpesan, “Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekadar menjadi jongos-jongos di kapal. Tetapi bangsa pelaut dalam arti kata cakrawala samudera. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri.”

Kemudian pada tahun 1957 dikeluarkan Deklarasi Djuanda yang menegaskan bahwa tujuan wawasan Nusantara adalah untuk menyatukan bangsa dari ancaman disintegrasi. Lewat deklarasi ini, Indonesia menyatakan bahwa laut Indonesia meliputi laut sekitar, di antara, dan di dalam Kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.

Awal mula sejarah kemaritiman Indonesia sejatinya sudah dimulai sejak abad ke-9. Ketika itu Indonesia memiliki kerajaan-kerajaan maritim besar dan berhasil membawa kesuksesan ke kepulauan Nusantara yang kemudian menghasilkan kemakmuran. Kerajaan-kerajaan maritim ini umumnya terletak di pesisir pantai atau muara sungai. Sehingga sejak zaman dahulu kegiatan perekonomian di Indonesia sudah banyak bertumpu pada sektor maritim.

Selain itu, Indonesia adalah jalur perdagangan strategis dalam perdagangan ekonomi dunia. Hal ini dimanfaatkan Indonesia untuk memaksimalkan hasil maritim yang ada. Seperti diketahui, kekayaan alam yang bersumber dari lautan Indonesia sangat berlimpah, tersebar dari Sabang hingga Merauke. Kekayaan tersebut mulai dari keanekaragaman sumber daya hayati laut, minyak bumi, hingga potensi wisata alam laut. Bila dioptimalkan dengan baik, tentu akan memberi keuntungan dari berbagai aspek bagi Indonesia.

Guna mendukung industri maritim, pembangunan transportasi laut dan infrastruktur pelabuhan terus diupayakan pemerintah untuk menghubungkan antarwilayah dan mewujudkan ekonomi yang berdaya melalui laut. Presiden Joko Widodo bahkan mencanangkan Indonesia sebagai poros maritim dunia pada tahun 2045. Cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia pada 2045 ini didukung dengan adanya lima pilar, yaitu:

1. Pembangunan kembali budaya maritim Indonesia.

2. Berkomitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama.

3. Komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim.

4. Diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan.

5. Membangun kekuatan pertahanan maritim.

Peringatan Hari Maritim Nasional 2022 yang jatuh pada 23 September 2022 merupakan yang ke-58 kalinya. Dalam rangka memperingati Hari Maritim Nasional 2022, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi menyelenggarakan Bulan Literasi Maritim sejak 22 Agustus 2022.

*diolah dari berbagai sumber

Risa Maharani Putri – Litbang MPI

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini