Share

Lukas Enembe Disebut Alami Kebocoran Ginjal, Minta Dirawat di Singapura

Chanry Andrew S, iNews · Jum'at 23 September 2022 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 337 2673363 lukas-enembe-disebut-alami-kebocoran-ginjal-minta-dirawat-di-singapura-8YX1lv03h8.jpg Lukas Enembe/Foto: Okezone

JAYAPURA - Kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe disebut kian memburuk setelah diterpa berbagai isu miring terhadapnya.

Menurut Dokter Pribadinya, Anthon, yang disampaikan melalui tim kuasa hukum Stephanus Roy Rening menyebutkan, Gubernur Papua Lukas Enembe mengalami kebocoran pada ginjal. Hal itu terbukti dari hasil pemeriksaan urine yang dilakukan.

 BACA JUGA:Ini Perbedaan Tugas Panglima dan Wakil Panglima TNI

"Hasil pemeriksaan ada satu cairan yang disebabkan bocornya ginjal Pak Gubernur yang seharusnya tidak ada di urine," ungkap Stephanus Roy Rening saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Jumat (23/9/2022).

Menurut Roy hasil urine dan darah Gubernur Papua sudah diambil dan dikirim ke Singapura.

 BACA JUGA:Polisi Kerahkan 3.800 Personel Kawal Unjuk Rasa BBM di Jakpus

"Hasil sudah keluar dan rekomendasinya Pak Gubernur harus diberangkatkan ke Singapura untuk penindakan lebih lanjut," ucapnya.

Selain kebocoran pada ginjal, tensi darah Gubernur Papua kata Roy tidak stabil. "Jadi tensi darah pak Gubernur tidak pernah stabil, tidak pernah turun karena dia punya pengalaman stroke empat kali," jelasnya.

Pengacara bertubuh bongsor ini menyampaikan sore nanti (Jumat 23/9/2022) dirinya bersama Tim Kuasa Hukum Lukas Enembe rencananya bertemu dengan penyidik KPK untuk membahas koordinasi tentang kesehatan Pak Gubernur.

"Sebentar Jam 15.00 WIT kami bertemu dengan Pimpinan KPK dan kami akan bicara tentang kesehatan dulu, jangan bicara pemeriksaan dulu," beber Roy.

Padahal rencananya Lukas akan diperiksa di Jakarta pada tanggal 26 September 2022 mendatang.

Sebelumnya diketahui Gubernur Papua Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK).

Penetapan tersangka itu berdasarkan surat KPK RI nomor B/536/dik.00/23/09/2022 tanggal 5 September 2022.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini