Share

Hakim Agung Tersangka Suap Kepengurusan Perkara Belum Dipecat, MA Tunggu Kepastian Hukum

Irfan Maulana, MNC Portal · Jum'at 23 September 2022 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 337 2673334 hakim-agung-tersangka-suap-kepengurusan-perkara-belum-dipecat-ma-tunggu-kepastian-hukum-mf1RQaafNv.jpg Sudrajad Dimyati/Foto: Antara

JAKARTA - Tersangka kasus suap kepengurusan perkara, Sudrajad Dimyati masih menjabat sebagai Hakim Agung. Mahkamah Agung (MA) belum memecat Sudrajat karena masih menunggu kepastian hukum.

Termasuk 1 hakim Yustisial dan 4 pegawai MA lainnya. Mereka masih menjabat di MA.

"Kita lihat dulu ini kan belum diperiksa baru dipanggil dan kita akan memenuhi panggilan itu jadi kita serahkan," ujar Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro kepada MNC Portal Indonesia, Jumat, (23/9/2022).

Diketahui, KPK telah menetapkan 10 orang tersangka tersangka terkait suap pengurusan perkara di MA. Enam diantaranya dari MA sebagai penerima suap yakni dua hakim MA dan 4 pegawai MA.

Salah satu diantaranya adalah hakim agung yakni Sudrajad Dimyati. Lalu Elly Tri Pangestu menjabat sebagai Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti MA, PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie. Kemudian, PNS MA Redi dan Albasri.

Andi mengatakan pemecatan akan dilakukan pasca keenamnya terbukti menerima suap atas kepengurusan perkara. "Iya gitu (dipecat)," katanya.

Pihaknya pun menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme hukum. MA pun kata Andi berjanji akan kooperatif pada KPK. "Ya kita tunggu saja," tuturnya.

Keenam tersangka sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Lalu, empat lainnya sebagai pemberi suap yakni pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno. Kemudian, debitur koperasi simpan pinjam Intidana Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Keempatnya disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dari kesepuluh tersangka itu, 6 di antaranya langsung dilakukan penahanan. Keenam orang yang langsung ditahan itu adalah Elly Tri Pangestu, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Albasri, Yosep Parera, dan Eko Suparno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini