Share

Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Tanah PT Adhi Persada Realti

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 23 September 2022 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 337 2673199 kejagung-tetapkan-5-tersangka-kasus-korupsi-pengadaan-tanah-pt-adhi-persada-realti-gKVqvI9ySK.jpg Tersangka korupsi pengadaan tanah. (Foto: Erfan Maaruf)

JAKARTA - Penyidik Jampidsus menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah seluas 20 hektare di Jalan Limo-Cinere, Depok, oleh PT Adhi Persada Realti (APR) pada 2012-2013. Kerugian yang ditimbulkan oleh anak perusahaan BUMN Adhi Karya itu mencapai Rp86 miliar lebih.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kuntadi menjelaskan, kelima tersangka itu berinisial SU selaku Direktur Operasional dan Direktur Utama APR, FF selaku Direktur Utama APR, VSH selaku notaris, NFH selaku Direktur PT Cahaya Inti Cemerlang (CIC), dan ARS selaku Direktur Utama CIC.

Pengadaan tanah itu telah melanggar standar operasional prosedur (SOP) dan tanpa kajian. Awalnya, APR membeli tanah melalui CIC senilai Rp60,626 miliar. Padahal, tanah tersebut tidak dikuasasi CIC.

"Ternyata tanah tersebut bukan milik CIC, sehingga yang berhasil didapatkan hanya tanah seluas 1,2 hektare," kata Kuntadi di Kompleks Kejagung, Kamis (22/9/2022). 

Baca juga:  Tak Penuhi Panggilan KPK, Lukas Enembe Minta Keringanan untuk Berobat ke Luar Negeri

Pembelian dilakukan dengan dalih pemasaran produk pembangunan perumahan. Dalam perkara ini, APR telah mengeluarkan dana tambahan sebesar Rp26,064 miliar sebagai dana operasional. Oleh karenanya, kerugian negara dalam perkara itu sebesar Rp86,327 miliar.

Para tersangka, lanjut Kuntadi, dijerat dengan Pasal Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Mereka ditahan di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung selama 20 hari pertama untuk kepentingan penyidikan.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 73 orang saksi, ahli pertanahan, dan ahli keuangan negara. Di sisi lain, penggeledahan terhadap rumah dan para tersangka juga sudah dilakukan dengan menyita dokumen-dokumen terkait pembelian tanah APR ke CIC.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini