Share

16 Bupati Inovatif Raih Penghargaan dari MNC Portal

Angga Rosa AD, Koran Sindo · Kamis 22 September 2022 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 337 2673140 16-bupati-inovatif-raih-penghargaan-dari-mnc-portal-gYOLyAq92r.jpg Agung Firma Sampurna (Foto : MPI)

SEMARANG - Sebanyak 16 bupati berprestasi mendapat penghargaan dari MNC Portal Indonesia atas inovasinya dalam membangun daerah masing-masing. Penghargaan diberikan pada malam penganugerahan kepala daerah inovatif 2022 di Semarang, Kamis (22/9/2022).

Ada beberapa kategori penghargaan yang diberikan. Yakni kategori pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pariwisata dan ekonomi. Adapun Bupati yang meraih anugerah Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2022 kategori pelayanan publik yaitu, Bupati Aceh Barat H Ramli. MS; Bupati Bengkalis Kasmarni, S.Sos., MMP; Bupati Belitung Timur Drs. Burhanudin; Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si; Bupati Rokan Hiling Afrizal Sintong, S.I.P; Bupati Situbondo Drs. H. Karna Suswandi, M.M.

Bupati yang meraih penghargaan kategori pendidikan adalah, Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos dan Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani.

Sedangkan Bupati yang meraih penghargaan kategori kesehatan yakni Bupati Halmahera Tengah Drs. Edi Langkara, M.H; Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi., M.M.Pd; Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu; Bupati Pasuruan H. M. Irsyad Yusuf, S.E., MMA dan Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si.

Penghargaan kategori Ekonomi diraih Bupati Kepulauan Talaud Dr. dr. Elly Engelbert Lasut, M.E. Kemudian penghargaan kategori pariwisata diraih oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H dan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, S.T dengan inovasj Samosir Negeri Indah Kepingan Surga.

Komisaris Utama MNC Asia Holding Tbk Agung Firman Sampurna mengatakan, tema dari penyelenggaraan kepala daerah inovatif 2022 adalah inovasi untuk akselerasi kemajuan daerah menyongsong era society 5.0.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Ini adalah sebuah tema besar dan sebelum kita masuk ke tema ini sedikit mengingatkan bahwa 22 tahun yang lalu ada satu tuntutan reformasi yang kemudian mengubah penyelenggaraan sistem pemerintahan kita khususnya dalam kaitan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah yaitu kebijakan desentralisasi," katanya.

Dengan kebijakan desentralisasi, maka sebagian besar wewenang dalam penyelenggaraan daerah pembangunan daerah dan pelayanan pada masyarakat diserahkan oleh pemerintah pusat kepada daerah.

"Jadi apa yang sebenarnya diharapkan adalah ketika desentralisasi diserahkan, ketika desentralisasi diterapkan maka pemerintah daerah dapat lebih dekat dengan rakyat yang dilayaninya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini