Share

Pimpinan KPK Sedih Hakim Agung Kena OTT

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 22 September 2022 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 337 2673020 pimpinan-kpk-sedih-hakim-agung-kena-ott-7H4nLBhMyx.jpg Nurul Ghufron (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron mengaku sedih ada salah satu hakim Mahkamah Agung (MA) yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Penangkapan itu, kata Ghufron, menjadi preseden buruk di lembaga peradilan.

"KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan. KPK sangat prihatin dan berharap ini penangkapan terakhir terhadap insan hukum," ungkap Ghufron kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (22/9/2022).

Ghufron berharap tidak ada lagi insan penegak hukum yang korupsi. Sebab, masyarakat sangat menaruh harapan pada lembaga peradilan. Tapi sayang, diungkapkan Ghufron, lembaga yang seharusnya dapat menjadi penentu keadilan justru malah terseret kasus korupsi.

"Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti tapi masih tercemari uang. Para penegak hukum yang diharapkan menjadi pilar keadilan bagi bangsa ternyata menjualnya dengan uang," ungkap Ghufron.

Baca juga: OTT Hakim Agung, KPK Amankan Uang Terkait Suap Pengurusan Perkara

"Padahal sebelumnya KPK telah melakukan pembinaan integritas di lingkungan Mahkamah Agung. Baik kepada Hakim dan pejabat strukturalnya harapannya tidak ada lagi korupsi di MA," sambungnya.

Ghufron sangat berharap kedepannya lembaga peradilan ada pembenahan yang optimal. Sehingga, tidak ada lagi unsur dalam lembaga peradilan yang tersangkut kasus korupsi.

Baca juga: KPK Periksa Intensif Para Pihak yang Kena OTT di Jakarta dan Semarang

"KPK berharap ada pembenahan yang mendasar jangan hanya kucing-kucingan, berhenti sejenak ketika ada penangkapan namun kembali kambuh setelah agak lama," pungkasnya.

Sekadar informasi, KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta dan Semarang, pada Rabu, 21 September 2022, malam. Salah satu yang diamankan dalam OTT tersebut, dikabarkan adalah seorang hakim Mahkamah Agung (MA).

Tak hanya itu, KPK juga mengamankan sejumlah pecahan mata uang asing yang masih dalam proses penghitungan. Diduga, uang itu terkait suap pengurusan perkara di MA.

Baca juga: Hakim Agung Lolos Seleksi Tidak Keluar Uang, Kecuali untuk Beli Materai

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini