Share

Tak Penuhi Panggilan KPK, Lukas Enembe Minta Keringanan untuk Berobat ke Luar Negeri

Chanry Andrew S, iNews · Kamis 22 September 2022 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 337 2672942 tak-penuhi-panggilan-kpk-lukas-enembe-minta-keringanan-untuk-berobat-ke-luar-negeri-eHTx8CWiPm.jpg Lukas Enembe/Foto: Okezone

JAKARTA - Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Alosius Renwarin, meminta keringanan kepada KPK agar kliennya diperbolehkan ke luar negeri untuk berobat. Pasalnya, yang bersangkutan hingga saat ini disebut belum pulih dari sakitnya.

"Kami akan komunikasi apakah ada keringanan dari Negara untuk beliau ke luar negeri untuk berobat atau kita harus datangkan dokternya langsung," kata Alosius kepada wartawan di Jayapura, Kamis (22/9/2022).

 BACA JUGA:Hakim Agung Terjaring OTT KPK, Diduga Terkait Pungutan Liar Dalam Urus Perkara

Padahal, Lukas Enembe sudah dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan oleh KPK pada 26 September 2022 mendatang. Ini adalah panggilan kedua yang dialayangkan KPK untuk tersangka kasus korupsi ini, setelah mangkir pada panggilan pertama.

Kendati demikian, Alosius mematikan bahwa kliennya juga tidak akan memenuhi panggilan kedua KPK tersebut, lantaran yang bersangkutan masih sakit.

 BACA JUGA:OTT Hakim Agung, KPK: Berkaitan Suap Pengurusan Perkara

"Beliau masih dalam kondisi sakit, kaki Pak Lukas masih bengkak sehingga tidak bisa berjalan, saat ini beliau dalam penanganan tim dokter pribadi, " ujarnya.

Alosius menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan KPK terkait alternatif untuk pengobatan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan kasus gratifikasi senilai Rp1 miliar.

Penetapan tersangka oleh Komisi Antirasuah tersebut menimbulkan reaksi dari pendukung Gubernur Papua. Selasa kemarin ratusan massa pendukung Gubernur Papua menggelar aksi demonstrasi di Kota Jayapura.

Massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Papua ( KRP ) meminta KPK untuk menghentikan proses hukum terhadap Lukas Enembe. Massa pendukung melihat proses hukum terhadap Lukas sebagai bentuk kriminalisasi dan bermuatan politis.

Bahkan kediaman pribadi Lukas Enembe yang terletak di kampung Koya Tengah, Distrik Muara Tami hingga saat ini masih dijaga ketat ratusan massa pendukung. Mereka bersiaga dengan alat perang tradisional dan menyatakan siap mati demi Lukas Enembe.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini