Share

Kondisi Kesehatan Belum Pulih, Lukas Enembe Dipastikan Tak Hadiri Panggilan Kedua KPK

Chanry Andrew S, iNews · Kamis 22 September 2022 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 337 2672930 kondisi-kesehatan-belum-pulih-lukas-enembe-dipastikan-tak-hadiri-panggilan-kedua-kpk-s8KvvyDrjk.jpg Kuasa Hukum Lukas Enembe, AlosiusRenwarin/Foto: Chanry Andrew

JAYAPURA - Kuasa hukum Gubernur Papua, Alosius Renwarin, menegaskan Lukas Enembe dipastikan belum dapat memenuhi panggilan kedua KPK dengan alasan kondisi kesehatan yang belum pulih dan masih dalam proses pengobatan tim dokter pribadi. Padahal rencananya Lukas akan diperiksa di Jakarta pada tanggal 26 September 2022 mendatang.

 BACA JUGA:Sadis dan Biadab! Anak Durhaka di Purwakarta Bacok Ibu Kandung 20 Kali hingga Tewas

"Beliau masih dalam kondisi sakit, kaki Pak Lukas masih bengkak sehingga tidak bisa berjalan, saat ini beliau dalam penanganan tim dokter pribadi, " ungkap Alosius kepada wartawan di Jayapura, Kamis (22/9/2022).

Lebih lanjut Alosius menyebutkan meski tidak bisa memenuhi panggilan kedua, namun Tim kuasa hukum telah bertolak ke Jakarta untuk menyerahkan surat keterangan tidak hadir kepada KPK.

 BACA JUGA:Jembatan Penghubung 2 Desa Ambruk, Diduga Tebing 30 Meter Longsor

"Pak Stefanus Roy Rening sudah ke Jakarta dan akan memberikan surat terkini kondisi beliau terakhir dan menyampaikan beliau belum bisa hadir untuk memenuhi pemeriksaan," ujarnya.

Alosius menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan KPK terkait alternatif untuk pengobatan Gubernur Papua Lukas Enembe.

"Kami akan komunikasi apakah ada keringanan dari Negara untuk beliau ke luar negeri untuk berobat atau kita harus datangkan dokternya langsung," ucapnya.

Sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan kasus gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Penetapan tersangka oleh Komisi Antirasuah tersebut menimbulkan reaksi dari pendukung Gubernur Papua. Selasa kemarin ratusan massa pendukung Gubernur Papua menggelar aksi demonstrasi di Kota Jayapura.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Papua ( KRP ) meminta KPK untuk menghentikan proses hukum terhadap Lukas Enembe. Massa pendukung melihat proses hukum terhadap Lukas sebagai bentuk kriminalisasi dan bermuatan politis.

Bahkan kediaman pribadi Lukas Enembe yang terletak di kampung Koya Tengah, Distrik Muara Tami hingga saat ini masih dijaga ketat ratusan massa pendukung. Mereka bersiaga dengan alat perang tradisional dan menyatakan siap mati demi Lukas Enembe.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini