Share

Mengukur Jasa Inggit untuk Soekarno: Separuh dari Semua Prestasi Soekarno Berkat Inggit

Dhea Alvionita, Okezone · Jum'at 23 September 2022 05:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 337 2672910 mengukur-jasa-inggit-untuk-soekarno-separuh-dari-semua-prestasi-soekarno-berkat-inggit-ufyv0vzyHx.jpg Ilustrasi. (Foto: Ant)

JAKARTA - Soekarno dan Inggit menjalani bahtera rumah tangga selama hampir 20 tahun hingga harus berpisah pada tahun 1942. Kini Inggit harus meninggalkan Jakarta dan melanjutkan kehidupannya untuk menetap di Bandung.

Menyandang status janda, Inggit harus kembali berdagang kecil-kecilan seperti, jamu dan bedak buatannya sendiri demi keberlangsungan hidupnya. Baginya, perceraian merupakan peristiwa yang paling menyedihkan dalam hidupnya.

Seperti diceritakan dalam buku Soekarno Fatmawati, Inggit harus melanjutkan hidupnya dan tak boleh larut dalam kesedihan. Cintanya tulus yang diberikannya kepada Soekarno membuat Inggit kuat dan mensyukuri apa yang telah dialaminya.

Inggit juga merasa senang, meskipun dia menempuh jalan yang bukan bertabur bunga, dia berhasil menghantarkan seseorang sampai di gerbang yang amat berharga.

“Ini merupakan pengalamanku dengan seseorang yang mementingkan untuk membangkitkan semangat dan solidaritas bangsa untuk mencapai apa yang dicita-citakannya. Yang sebenarnya kita cita-citakan bersama adalah kemerdekaan bagi bangsa kita,” katanya Inggit dalam buku Soekarno Fatmawati.

Saat Inggit telah mengantarkannya sampai ke gerbang cita-citanya, keduanya memilih untuk berpisah. Lantaran Inggit berpegang teguh pada sesuatu yang berbenturan dengan keinginannya. Soekarno pun melanjutkan perjuangannya dan Inggit tidak pernah berhenti untuk mendoakannya.

Cinta dan pengorbanan Inggit kepada Soekarno memang luar biasa. Tak berlebihan jika Profesor S.I Poeradisastra menyebutkan bahwa "Separuh dari semua prestasi Soekarno dapat didepositokan atas rekening Inggit Garnasih di dalam Bank Jasa Nasional Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, Inggit juga diakui olehnya telah menjalankan tugasnya dengan sempurna, lebih dari seorang istri.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada semua janda Sukarno dengan segala jasa dan segala segi positifnya masing-masing. Tetapi saya harus mengatakan, bahwa hanya Inggit Garnasihlah yang merupakan tiga dalam satu diri. Ibu, kekasih, dan kawan yang memberi tanpa menerima. Kekurangan Inggit hanyalah karena ia tak mampu melahirkan anak bagi Sukarno," ungkap Profesor S.I Poeradisastra.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini