Share

PBNU: Insyaallah Presiden Jokowi Hadiri R20 di Bali

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Kamis 22 September 2022 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 337 2672758 pbnu-insyaallah-presiden-jokowi-hadiri-r20-di-bali-8P0LKoTUk6.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal membuka agenda Forum Religion of Twenty (R20) yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada bulan November mendatang di Bali.

Undangan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan pada hari ini.

"Bapak Presiden mengatakan berkenan hadir, insyaallah," ujar Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Yahya mengatakan bahwa dirinya juga mengundang tokoh-tokoh agama lain dan juga pemimpin negara lain. Salah satunya, Raja Norodom Sihamoni dari Kamboja.

Baca juga: R20 Dorong Nilai Moral dan Spiritual Agama Meresap dalam Struktur Ekonomi-Politik Global

"Kami juga akan mengundang beberapa tokoh yang di samping merupakan tokoh agama, juga pemimpin negara seperti raja norodom sihamoni dari kamboja. Insyaallah nanti beliau akan hadir dalam kapasitas sebagai salah satu pemimpin agama Buddha," kata Yahya.

Baca juga: Para Pimpinan Agama Terkemuka dari Seluruh Dunia Akan Hadiri Forum R20 di Bali

"Demikian juga ada beberapa pemimpin negara lain yg juga kami jajaki. Nanti kami umumkan secara lengkap setelah kami mendapat konfirmasi," imbuhnya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Selain R20, Yahya mengungkapkan adanya kegiatan lain yang menjadi rangkaian menuju hari lahir 1 abad Nahdlatul Ulama. Beberapa kegiatan mulai digelar pada tahun ini mulai dari kegiatan NU Women, NU Technology, Festival Seni Tradisional Islam Nuantara.

"Menuju puncak peringatan tersebut ada rangkaian kegiatan, ada 9 klaster kegiatan yang di antaranya adalah kegiatan NU Women, NU Technology, festival seni Tradisional Islam Nusantara dan ada beberapa kegiatan internasional," kata Yahya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini