Share

22 September Didaulat sebagai Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Ini Sejarahnya

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 22 September 2022 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 337 2672602 22-september-didaulat-sebagai-hari-bebas-kendaraan-bermotor-ini-sejarahnya-GAKReoG48v.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Setiap tanggal 22 September diperingati sebagai Hari bebas kendaraan bermotor atau World Car Free Day. Hari bebas kendaraan bermotor tersebut dirayakan oleh kota-kota di seluruh dunia. Perayaan bebas kendaraan ini sebagai bagian dari pengurangan polusi udara dan melakukan aktivitas dengan udara yang bersih.

Sejak era 90-an, hari bebas kendaraan bermotor telah dimulai sebagai respons terhadap peningkatan jumlah mobil yang berlebihan dan berbahaya bagi kesehatan, habitat, juga kesejahteraan bumi. Sebagai tanda solidaritas, seluruh warga di dunia turut ikut berpartisipasi dalam gerakan global.

Para warga meninggalkan kendaraan mereka dan beralih menggunakan kendaraan bebas polusi seperti sepeda atau berjalan kaki.

Setelah terjadinya krisis minyak bumi tahun 1973, muncul ide bagaimana mencegah penggunaan mobil dan mengampanyekan transportasi yang lebih efisien. Kemudian pada Oktober 1994, hari bebas kendaraan pertama kali diselenggarakan. Kota-kota yang memiliki inisiatif pertama dalam hari bebas kendaraan ini adalah Reykjavik-Islandia, La Rochelle-Prancis, dan Bath-Inggris.

Kemudian pada tahun 1997, Inggris menjadi negara pertama yang menyelenggarakan hari bebas mobil sebagai kampanye nasional. Eropa juga menetapkan hari bebas kendaraan bermotor sebagai inisiatif Eropa pada tahun 2000. Pada tahun yang sama, itu juga menjadi hari di seluruh dunia dan bahkan kegiatan tersebut juga dilakukan setiap akhir pekan.

Meski perayaan bebas kendaraan bermotor ini jatuh pada tanggal 22 September, ada beberapa negara yang melakukannya setiap minggu salah satunya yaitu Indonesia. Indonesia mengadakan bebas kendaraan bermotor di wilayah pusat kota setiap hari Minggu. Kendaraan bermotor dilarang melintas di jalanan pusat kota, seperti di DKI Jakarta. Sebagai gantinya, jalanan diisi oleh orang-orang yang berolahraga, bersepeda, serta berjalan kaki santai.

Hari bebas kendaraan ini begitu penting untuk memahami polusi udara dan bagaimana kendaraan berkontribusi. Polusi udara mengacu pada keberadaan zat asing di udara yang dapat mengakibatkan jumlah kotoran berlebih dan membahayakan makhluk hidup.

Ada empat jenis polutan yang berasal dari kendaraan. Polutan tersebut yakni partikulat (zat asing yang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru), nitrogen oksida (reaksi oksigen dan nitrogen), hidrokarbon (dikeluarkan dari knalpot mobil), dan karbon monoksida (karbon dalam bahan bakar tidak sepenuhnya terbakar).

Dari bahaya-bahaya polutan tersebut, adanya hari bebas berkendara menjadi solusi yang cukup baik bagi dunia. Mengingat, polusi udara di dunia kini sudah semakin parah. Jadi kita sebagai masyarakat bisa ikut berkontribusi dalam pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor ini dengan beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan.

*diolah dari berbagai sumber

Risa Maharani Putri-Litbang MPI


1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini