Share

Wabendum 1 DPP Pemuda Perindo: Jangan Anggap Remeh Bjorka, Pemerintah Wajib Bebenah

Nur Khabibi, MNC Portal · Rabu 21 September 2022 20:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 337 2672357 wabendum-1-dpp-pemuda-perindo-jangan-anggap-remeh-bjorka-pemerintah-wajib-bebenah-3LhtsBJMIp.JPG Wabendum Pemuda Perindo, Iqnal Shalat Sukma (Foto: MPI)

JAKARTA - Wakil Bendahara Umum (Wabendum) 1 DPP Pemuda Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Iqnal Shalat Sukma menyatakan Pemerintah untuk tidak menganggap sebelah mata terkait munculnya Bjorka. Diketahui, dewasa ini masyarakat dihebohkan dengan munculnya Bjorka yang beberapa kali membocorkan data warga negara Indonesia di situs Breached Forums.

Iqnal menyebutkan, peretasan yang membocorkan data pribadi masyarakat Indonesia sudah beberapa kali terjadi. Dengan adanya beberapa kasus tersebut, ia meminta Pemerintah beserta pihak terkait untuk melakukan perbaikan dalam pengamanan data siber.

"Sebelum-sebelumnya akun-akun Pemerintah pun juga diretas, harusnya itu menjadi PR pemerintah agar lebih memikirkan dunia digital ini dikemas dengan security sistem yang baik," kata Iqnal di Kantor DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2022).

Menurutnya, jika tidak ada perbaikan dalam sistem keamanan siber maka Bjorka-bjorka selanjutnya akan bermunculan.

Iqnal melanjutkan, meminta kepada Pemerintah untuk memberikan sanksi yang tegas kepada penyedia layanan yang mengharuskan menginput data pribadi bagi penggunanya jika terjadi kebocoran data. Dengan begitu, akan menstimulus para penyedia layanan dalam meningkatkan keamanan data base mereka.

"Karena tidak ada punishment, security-nya lemah, dianggap enteng, disepelekan," ujarnya.

Lebih lanjut, Iqnal mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi dalam kasus kebocoran data. Ia menyebutkan, setidaknya waktu dua atau tiga bulan untuk mengganti password-password mereka.

Kemudian, untuk keamanan data, untuk tidak tergoda menggunakan jasa WiFi gratisan. Selanjutnya, selalu mengaktifkan verifikasi dua langkah dalam setiap akun mereka.

"Itu yang membuat hacker-hacker menjadi sedikit susah untuk menjebolnya," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini