Share

Diceraikan Soekarno, Inggit: Aku Telah Mengantarnya ke Gerbang Cita-citanya

Dhea Alvionita, Okezone · Kamis 22 September 2022 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 337 2672147 diceraikan-soekarno-inggit-aku-telah-mengantarnya-ke-gerbang-cita-citanya-HuXzGbdu4M.jpg (Foto: Repro Dok Keluarga)

JAKARTA - Setelah diasingkan ke Bengkulu, pernikahan Inggit dan Soekarno semakin berada di ujung tanduk. Soekarno dan Inggit resmi bercerai di Jakarta pada tahun 1942.

Dikutip dari buku Soekarno Fatmawati, Soekarno dan Inggit Resmi bercerai dengan perpisahan bersyarat yang di buat oleh Soekarno dihadapan Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur.

Sambil mengenang perpisahan itu, ketika meninggalkan rumah Soekarno di Pegangsaan Timur, Inggit tidak membawa apa-apa. Dia hanya membawa sepasang anjing mainan dan tempat sirih pemberian dari Haji Sanusi, mantan suami pertamanya.

Kemudian, Inggit menetap di Bandung dan kembali berdagang kecil-kecilan seperti, jamu dan bedak buatannya sendiri. Menurutnya, ketika menjalani bahtera rumah tangga bersama Soekarno selama hampir 20 tahun, perceraian merupakan peristiwa yang paling menyedihkan dalam hidupnya.

Namun Inggit tidak ingin terus larut dalam kesedihan. Cintanya yang tulus kepada Soekarno serta kepasrahannya pada jalan hidup yang telah digariskan Tuhan membuat Inggit kuat dan mensyukuri apa yang telah dialaminya.

"Sesungguhnya aku harus senang pula karena dengan menempuh jalan yang bukan bertabur bunga, aku telah mengantarkan seseorang sampai di gerbang yang amat berharga," ungkap Inggit.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Inggit juga mengatakan bahwa ini merupakan pengalamannya dengan seseorang yang mementingkan untuk membangkitkan semangat dan solidaritas bangsa untuk mencapai apa yang dicita-citakannya. Yang sebenarnya kita cita-citakan bersama adalah kemerdekaan bagi bangsa kita.

Dibalik semuanya, Soekarno adalah seorang yang sangat penuh romantika. Aku mengikutinya, melayaninya, mengemongnya, berusaha keras menyenangkannya, meluluhkan keinginan-keinginannya.

Namun, pada suatu saat, setelah Inggit telah mengantarkannya sampai ke gerbang cita-citanya, kami berpisah karena Inggit berpegang pada sesuatu yang berbenturan dengan keinginannya. Soekarno pun melanjutkan perjuangannya bahkan Inggit tidak pernah berhenti untuk mendoakannya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini