Share

Belum P-21, Bareskrim Kembali Limpahkan Berkas Kasus ACT ke Jaksa

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 21 September 2022 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 337 2672091 belum-p-21-bareskrim-kembali-limpahkan-berkas-kasus-act-ke-jaksa-qiYuxcsR8d.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri kembali melimpahkan berkas penyidikan kasus dugaan penyelewengan dana lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri Kombes Andri Sudarmaji menjelaskan, pihaknya sempat melengkapi petunjuk jaksa dalam berkas tersebut. Saat ini, polisi sudah kembali melimpahkan berkas ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Tempo hari ada yang kita lengkapi sesuai petunjuk jaksa dan sudah kita kirimkan lagi ke jaksa," kata Andri saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Dalam hal ini, Andri menegaskan bahwa, pihak Kejaksaan Agung belum menyatakan lengkap atau P-21 terhadap berkas penyidikan perkara lembaga filantropi tersebut.

Baca juga: Terungkap! ACT Ternyata Masih Galang Dana Umat

"Belum P-21 (berkas penyidikan kasus ACT)," ujar Andri.

Sebelumnya, polisi menyatakan bahwa dana Boeing yang disalahgunakan senilai Rp34 miliar. Uang tersebut seharusnya digunakan untuk dana bantuan korban kecelakaan pesawat Lion Air Boeing JT-610.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan empat tersangka kasus dugaan penggelapan dana lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Baca juga: Polri Sudah Limpahkan Tahap I Berkas 4 Tersangka Kasus ACT

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Mereka adalah, Ahyudin (A) selaku mantan presiden dan pendiri ACT, Ibnu Khajar (IK) selaku presiden ACT saat ini. Kemudian, Hariyana Hermain (HH) selaku pengawas yayasan ACT tahun 2019 dan saat ini sebagai anggota pembina ACT saat ini, dan Novariadi Imam Akbari (NIA) selaku mantan Sekretaris dan saat ini menjabat Ketua Dewan Pembina ACT.

Bareskrim Polri menyatakan bahwa lembaga Aksi Cepat Tanggap diduga telah menyalahgunakan dana dari pihak Boeing untuk ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air.

Baca juga: Bareskrim Usulkan Pemerintah Take Down Konten Promosi ACT di Medsos

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini