Share

Kebocoran Data yang Terjadi saat Ini, Apa Dampak Negatifnya bagi Masyarakat dan Stabilitas Nasional?

Tangguh Yudha, MNC Portal · Rabu 21 September 2022 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 337 2672086 kebocoran-data-yang-terjadi-saat-ini-apa-dampak-negatifnya-bagi-masyarakat-dan-stabilitas-nasional-rlCkDKUjKs.jpg Ilustrasi/ Foto: News24

JAKARTA - Kasus kebocoran data marak terjadi di Indonesia belakangan ini. Mirisnya lagi, korban bukan hanya dari masyarakat biasa tapi sudah sampai di tingkat pejabat tinggi negara dengan data yang bocor mencakup nama, NIK, alamat lengkap, tempat tanggal lahir, agama, nama orangtua, hingga nomor telepon.

Maraknya kasus kebocoran data ini sudah tentu memiliki dampak negatif. Ketua Indonesia Cyber Security Forum, Ardi Sutedja mengatakan bahwa dengan menguasai data-data tersebut, memungkinkan seseorang untuk masuk ke berbagai sektor industri hingga mengakibatkan kerugian finansial dengan cara menguras rekening korban.

 BACA JUGA:Tegaskan Keamanan Siber Tanggung Jawab Bersama, BSSN Ungkap 4 Langkah Penanggulangan Serangan Hacker

"Ini pernah terjadi satu tahun lalu, di mana rekening Ilham Bintang dikuras habis pada saat dia di Australia. Waktu itu ada orang datang ke salah satu gerai provider hanya membawa KTP (Ilham Bintang) untuk mengaktifkan SIM card. Hanya modal itu saja langsung rekening yang bersangkutan dikuras habis," katanya saat dihubungi, Senin (19/9/2022).

Lebih lanjut Ardi mengungkapkan bahwa dengan skala kebocoran data yang lebih luas bisa mengganggu stabilitas negara, contohnya dalam konteks pemilu. Ia mencontohkan kasus yang terjadi di Amerika Serikat di mana Cambridge Analytica memanfaatkan data pengguna Facebook yang bocor untuk kepentingan politik.

"Mereka menggunakan data Facebook yang bocor sebagai big data. Dengan bantuan artificial intelligence itu mereka bisa mrngidentifikasi orang-orang yang punya orientasi politik tertentu. Dan itu digunakan pada pemilu 2016 di Amerika, yang mana presiden terpilih ternyata tidak disukai oleh rakyat," jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Harry Adinanta yang merupakan Cybersecurity Director BDO Indonesia. Menurutnya, kebocoran data sangat berpengaruh pada keamanan nasional suatu negara. Ia menilai kebocoran data masyarakat bisa dimanfaatkan oleh negara musuh untuk memahami lebih dalam lawannya sebelum melancarkan serangan.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia


"Sebelum suatu negara menyerang negara lain kan mereka harus profiling siapa lawannya, paham lokasi, identitas warganya, berapa banyak populasinya, dan lain sebagainya. Data-data ini akan sangat berarti buat negara musuh, buat kebutuhan intelijen. Jadi kebocoran data sangat besar dampaknya bagi suatu negara," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini