Share

Tegaskan Keamanan Siber Tanggung Jawab Bersama, BSSN Ungkap 4 Langkah Penanggulangan Serangan Hacker

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Rabu 21 September 2022 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 337 2672078 tegaskan-keamanan-siber-tanggung-jawab-bersama-bssn-ungkap-4-langkah-penanggulangan-serangan-hacker-LguxDjEikF.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Keamanan siber menjadi tanggung jawab bersama baik penyelenggara negara, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas atau masyarakat, demikian disampaikan Badan Siber Sandi Negara (BSSN). Hal ini disampaikan sebagai jawaban atas keterlibatan para hacker tanah air untuk menangkal kejahatan siber seperti Bjorka.

BACA JUGA: Tegaskan Tak Ada Data Bocor, Kepala BSSN: Masyarakat Tenang Saja

"Dalam konsep strategi keamanan siber nasional, komunitas siber berperan dalam mengaplikasikan pedoman dan informasi mengenai keamanan siber, melaporkan kejahatan siber, serta mendapatkan akses dan dukungan dari pemerintah sebagaimana dibutuhkan," kata Juru Bicara BSSN Ariandi Putra saat dihubungi MNC Portal, Senin (19/9/2022).

Lebih lanjut, Ariandi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam menangani insiden kebocoran data. Salah satunya dengan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan para stakeholder terkait. Adapun tujuannya untuk memastikan layanan sistem informasi elektronik tidak terganggu dan melindungi aset kritis yang bersifat strategis.

BACA JUGA: Sosok Hacker yang Diapresiasi BSSN, Kerap Cari Celah Keamanan Situs Pemerintah

Setidaknya, ada empat hal yang dilakukan BSSN dalam menanggulangi serangan siber. Pertama, BSSN melalui National Security Operation Center (NSOC) melakukan monitoring anomali trafik atau serangan siber di Indonesia selama 24 jam. Kedua, BSSN mengirim dua jenis notifikasi yakni notifikasi kerentanan dan notifikasi insiden.

Notifikasi kerentanan, kata Ariandi, merupakan peringatan yang dikirimkan oleh NSOC BSSN berdasarkan temuan kerentanan terkini atau biasa dikenal dengan CVE (Common Vulnerability Exposure).

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Poin ketiga adalah notifikasi insiden, yakni peringatan spesifik kepada stakeholder yang diindikasikan mengalami insiden siber.

"Apabila terjadi insiden, tim incident response BSSN atau yang disebut dengan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) akan berkoordinasi dengan penyelenggara sistem untuk melakukan penanganan dan pemulihan," tutur Ariandi.

Tim CSIRT, sambungnya, bertugas untuk melakukan investigasi, analisis, dan penelusuran lebih lanjut mengenai dugaan insiden kebocoran tersebut.

Poin keempat, selain tugas-tugas tersebut, Tim CSIRT juga akan mengeluarkan rekomendasi perihal langkah mitigasi.

"BSSN juga melakukan asistensi dan rekomendasi keamanan sistem bagi penyelenggara sistem elektronik untuk menutup celah kerawanan pada sistem," ucap Ariandi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini