Share

Sosok Aria Tadah, Patih Majapahit yang Ajukan Pengunduran Diri lantaran Sering Sakit

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 21 September 2022 05:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 337 2671664 sosok-aria-tadah-patih-majapahit-yang-ajukan-pengunduran-diri-lantaran-sering-sakit-lpIv9NYCeB.jpg Aria Tadah patih Majapahit yang kerap sakit sehingga mengajukan pengunduran diri. (Ilustrasi/Ist)

SOSOK Aria Tadah mungkin tak begitu dikenal di catatan sejarah Kerajaan Majapahit. Namanya kalah tenar dengan Gajah Mada atau bahkan Tribhuwana Tunggadewi yang menjadi raja seusai Jayanagara mangkat. Namun, sosok Aria Tadah merupakan patih amangkubhumi saat Tribhuwana Tunggadewi menjabat raja.

Sosok Aria Tadah naik tahta menjadi patih amangkubhumi sejak era Jayanagara sebagaimana dijelaskan pada Kakawin Nagarakretagama. Sebagaimana dikutip dari "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit" dari Prof Slamet Muljana, Aria Tadah saat itu menggantikan patih amangkubhumi Dyah Halayudha.

Ia melanjutkan jabatannya semasa Tribhuwana Tunggadewi naik tahta menjadi raja di Majapahit. Bahkan sosok Aria Tadah menjadi orang kepercayaan dari Tribhuwana Tunggadewi untuk memberikan masukan dan nasihat dalam menjalankan pemerintahan Majapahit.

Namun, semasa menjadi pejabat penting di Kerajaan Majapahit, Aria Tadah sering sakit pada tahun saka 1251 atau 1329 Masehi sehingga tidak bisa menghadap sang raja. Aria Tadah pun mengajukan diri untuk mundur dari jabatan pentingkan sebagai patih amangkubhumi, tetapi hal itu ditolak oleh Tribhuwana Tunggadewi. Aria Tadah merasa selama dirinya sakit ia bukan menjadi orang tepat untuk memegang jabatan patih amangkubhumi.

Orang yang tepat menjadi patih amangkubhumi dikatakan Aria Tadah yakni Gajah Mada. Pertimbangannya karena jasa-jasanya baik kepada Jayanagara saat menjabat raja dan kepada Tribhuwana Tunggadewi.

Aria Tadah sempat mendekati Gajah Mada dan membujuknya agar Gajah Mada bersedia menjadi patih, tetapi bukan patih amangkubhumi. Aria Tadah memberikan kesanggupan bila harus membantu Gajah Mada. Namun, Gajah Mada mengaku tak ingin memikirkan jabatan itu sampai kembalinya dari Sadeng.

Kakawin Pararaton menyatakan pengepungan Sadeng yang membuat Gajah Mada kecewa karena mendengarnya. Kembar yang mendahului mengepung Sadeng, membuat para menteri araraman dan patih amangkubhumi sangat marah.

Patih amangkubhumi Aria Tadah lantas mengirimkan mantri amacanagara dan lima orang bekel, masing-masing ditemani lima orang untuk menghajar Kembar. Mereka sedianya bertemu Kembar di tengah hutan, sedang duduk di atas pokok kayu roboh seperti orang yang sedang naik kuda, tangannya memegang cemeti.

Pesan Aria Tadah pun disampaikan kepada Kembar, karena telah mendahului mengepung Sadeng. Kembar pun lantas menyebat dahi urusan dari Aria Tadah dengan cemetinya, tetapi tidak kena, karena utusan itu terhalang oleh pokok kayu.

Di sisi lain, Tribhuwana Tunggadewi yang menyadari ada sengketa itu lantas memberangkatkan tentara Majapahit ke Sadeng yang dipimpin oleh dirinya sendiri. Pada akhirnya peristiwa Sadeng berhasil diselesaikan oleh Tribhuwana Tunggadewi yang memimpin pasukan Majapahit.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini