Share

Bertemu Salim Segaf Al-Jufri, Ma'ruf Amin Harap Islam Wasathiyah Bisa Mendunia

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 21 September 2022 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 337 2671643 bertemu-salim-segaf-al-jufri-ma-ruf-amin-harap-islam-wasathiyah-bisa-mendunia-ikStIIMY9s.jpg Wapres Ma'ruf Amin bertemu Salim Segaf Al-Jufri (Foto: Binti Mufarida)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin berharap agar Islam Wasathiyah bisa mendunia. Hal ini diungkapkan Wapres saat bertemu Ketua International Union of Muslim Scholars (IUMS) Salim Segaf Al-Jufri di Kantor Wakil Presiden, Jalan Merdeka Utara No.15, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2022).

Wapres menyampaikan selamat atas terpilihnya Salim Segaf Al-Jufri sebagai Ketua IUMS yang menjadi wadah bertemunya para cendekiawan dunia dari 88 negara itu. Meskipun berasal dari berbagai negara maupun organisasi yang berbeda, namun dapat bersatu dalam masalah fundamental, seperti perdamaian dunia.

“Saya berharap walaupun berbeda organisasi, tapi punya pemikiran yang sama terutama dalam rangka mengembangkan Islam Wasathiyah, sehingga nanti perumusan tentang kemanusiaan, perdamaian, ukhuwah-nya (persaudaraan) itu tidak menjadi masalah yang tidak membawa ke persamaaan,” tutur Wapres dalam keterangan yang diterima.

BACA JUGA:Maruf Amin: Perempuan di Indonesia Bebas Memilih Mau Jadi Rumah Tangga Bahkan Presiden 

Wapres pun Salim Segaf Al-Jufri dapat menjadi jembatan apabila terdapat perbedaan pendapat di antara anggota ulama. “Memang sekarang ini bagaimana menjembatani perbedaan yang ada di antara para ulama. Salim berada di (organisasi) ini bisa menjembatani sehingga meskipun tidak menyatu, tetapi (pemikiran) para ulama itu sama,” ucap Wapres.

Terlebih, menurut Wapres, saat ini sebuah negara tidak bisa berdiri sendiri, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi untuk bangkit dan maju menghadapi berbagai tantangan.

BACA JUGA:Wapres Maruf Amin Minta Usul Persekutuan Gereja untuk Percepatan Pembangunan Papua 

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

“Sekarang masing-masing negara itu harus kolaborasi, termasuk (Presidensi) G20 Indonesia itu ingin maju bersama dan bangkit bersama, apalagi bagi sesama umat Islam, ukhuwah itu menjadi keharusan, walaupun ada perbedaan tapi tidak boleh menjadi penghalang,” imbaunya.

Wapres menilai, bangsa Indonesia dapat menjadi contoh bagaimana ulama-ulama dari berbagai organisasi yang berbeda dapat berada di bawah satu payung dalam bingkai kerukunan beragama.

“Kita bisa beruntung ada Majelis Ulama Indonesia (MUI) bisa menghimpun seluruhnya. Bagaimana organisasi yang berbeda itu bisa menyatu. Itu luar biasa. MUI yang mewadahi berbagai ulama dari berbagai organisasi,” ungkapnya.

Sejalan dengan Wapres, Salim Segaf menyampaikan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi dalam menjalankan organisasi ini adalah ketika bagaimana harus berperan dalam mendamaikan perselisihan yang terjadi dan bangsa Indonesia dianggap mampu menyatukan perbedaan.

“Ketika persatuan ulama ini punya tugas mendamaikan yang berselisih, itu tidak mudah, tapi husnudzon (prasangka baik) di sini kan negeri yang santun, lembut, tidak ada pertumpahan darah,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini