Share

Tawaran Menarik KPK Buat Lukas Enembe: Buktikan Sumber Uang Maka Kasus Dihentikan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 20 September 2022 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 337 2671259 tawaran-menarik-kpk-buat-lukas-enembe-buktikan-sumber-uang-maka-kasus-dihentikan-OMCZvbFQx6.jpg Lukas Enembe/Foto: Okezone

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penawaran menarik kepada Gubernur Papua Lukas Enembe. Lukas Eenembe ditawarkan penghentian kasus jika mau mengungkap dari mana sumber uang ratusan miliar rupiah yang ditemukan PPATK dalam transaksinya.

 BACA JUGA:Kampanye Hitam, Ujaran Kebencian hingga Isu SARA Jadi Fokus Penegakan Hukum Pemilu 2024

"Kalau nanti dalam proses penyidikan Pak Lukas itu bisa membuktikan dari mana sumber uang yang puluhan, ratusan miliar tersebut, misalnya Pak Lukas punya usaha tambang emas ya sudah, pasti nanti akan kami hentikan (kasusnya)," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat mengikuti konpers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9/2022).

Alex, sapaan karib Alexander Marwata menjelaskan, KPK berdasarkan Undang-Undang yang baru Nomor 19 Tahun 2019, diperkenankan untuk menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Dengan demikian, KPK bisa menghentikan kasus Lukas asal yang bersangkutan bisa membuktikan ratusan miliar uang di rekeningnya.

 BACA JUGA:Erdogan: Putin Sebenarnya Ingin Segera Akhiri Konflik di Ukraina

"Tapi, mohon itu diklarifikasi. Penuhi undangan KPK, panggilan KPK untuk diperiksa. Kami akan melakukan pemanggilan kembali, mohon nanti Pak Lukas dan juga PH-nya untuk hadir di KPK," ujarnya.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Politikus Partai Demokrat tersebut diduga telah menerima suap dan gratifikasi terkait proyek di daerah Papua.

Sayangnya, KPK belum membeberkan secara detail konstruksi perkara yang menjerat Lukas Enembe. Sebab, KPK belum melakukan proses penangkapan dan penahanan terhadap Lukas Enembe.

 BACA JUGA:Kampanye Hitam, Ujaran Kebencian hingga Isu SARA Jadi Fokus Penegakan Hukum Pemilu 2024

Lukas telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas permintaan KPK. Ia dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Tak hanya itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak-pihak yang terkait. Pemblokiran dilakukan karena PPATK menemukan ada transaksi keuangan yang janggal atau mencurigakan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini