Share

Ketika BJ Habibie Putuskan Cari Kerja Tambahan di Jerman, Demi Persiapan Kelahiran Anaknya

Dhea Alvionita, Okezone · Rabu 21 September 2022 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 337 2671227 ketika-bj-habibie-putuskan-cari-kerja-tambahan-di-jerman-demi-persiapan-kelahiran-anaknya-kfb8d0yrPK.jpg (Foto: Cover buku "Habibie & Ainun")

JAKARTA - BJ Habibie memang sangat mencintai istrinya, Ainun. Hal itu dibuktikannya dengan rela memberikan segalanya kepada Ainun. Seperti halnya mesin jahit, yang baru lunas setelah setengah tahun dicicil.

Saat itu, hidup pasangan sejoli itu benar-benar prihatin. Hidup benar-benar keras. Tetapi ada hikmahnya. Di masa-masa inilah saya belajar untuk hidup berdiri di kaki sendiri (berdikari).

Beberapa hari kemudian Ainun datang dengan membawa cangkir tempat ia meludah. Habibie memastikan apakah Ainun sakit atau tidak. Kemudian Ainun menjelaskan bahwa bahwa bayi dalam kandungannya sudah melekat pada rahim.

Sebenarnya Ainun hendak membicarakan persiapan lahirnya bayinya. Sudah mulai banyak kebutuhan yang harus dibeli. Lagi-lagi, dananya tidak mencukupi.

Seketika Ainun berpikir untuk bekerja menjadi seorang dokter. Tetapi, untuk mendapat lapangan kerja sebagai dokter, dibutuhkan pengakuan ijazah UI di Jerman dan izin dari Organisasi dokter "Ärztekammer" seperti "Ikatan Dokter Indonesia (IDI)" di Indonesia.

Habibie tak tinggal diam, dia menimpali bahwa dirinya akan mencari pekerjaan tambahan dalam bidang konstruksi ringan. Habibie mengakui jika dia telah mempelajari iklan lapangan kerja. Kebetulan di Aachen ada suatu perusahaan pembuat gerbong kereta api bernama Talbot.

Perusahaan ini mencari seorang ahli konstruksi ringan untuk merekayasa gerbong yang ringan dan canggih sesuai persyaratan Deutsche Bundesbahn, perusahaan Kereta Api Jerman.

“Saya bermaksud untuk menjelaskan kepada Professor Dr.-Ing. Hans Ebner guna mendapat izin beliau untuk kerja tambahan di Talbot. Setelah saya diizinkan bekerja saya akan melamar. Saya akan menjelaskan kepada Professor Ebner mengenai masalah dan kendala keuangan yang saya hadapi dan memperhatikan pekerjaan yang ditawarkan dalam bidang konstruksi ringan, maka Professor Ebner setuju saya bekerja di perusahaan gerbong kereta api Talbot,” ujar Habibie yang dikutip dalam buku Habibie & Ainun.

Jika masalah keuangan dalam rumah tangga Habibie selesai, maka dia akan segera berhenti bekerja di Talbot. Dengan persetujuan Ainun dan sepengetahuan Professor Ebner akhirnya Habibie bernegosiasi dengan pimpinan Talbot. Keduanya menyepakati bahwa Habibie akan menjadi penasehat Direktur Teknik dan Pengembangan Dr. Stiefel, Kepala Pembangunan Kereta Dipl.-Ing.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini