Share

KPK Ulik Pengakuan Para Dekan soal Arahan Rektor Unila dalam Seleksi Mahasiswa Baru

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 19 September 2022 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 337 2670219 kpk-ulik-pengakuan-para-dekan-soal-arahan-rektor-unila-dalam-seleksi-mahasiswa-baru-tTDWLkYKEb.jpg Ilustrasi/ Doc: Okezone

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengulik keterangan dari para dekan Universitas Lampung (Unila) terkait kasus dugaan suap penerimaan calon mahasiswa baru tahun 2022. Salah satu yang fokus diulik penyidik yakni, soal arahan dan kebijakan Rektor Unila, Karomani (KRM) dalam proses seleksi mahasiswa baru.

Arahan Karomani tersebut didalami penyidik lewat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Nairobi; Pembantu Rektor III Unila, Yulianto; Dokter HI Ruskandi; Dekan FISIP, Ida Nurhaida; Pembantu Rektor II Unila, Asep Sukohar; Dekan Fakultas MIPA, Suripto Dwi Yuwono; Panitia Bidang Pengelolaan, Hendri Susanto.

Kemudian, perawat di Puskesmas Terminal Rajabasa, Enung Juhartini; Pegawai Honorer Unila, Fajar Pamukti Putra; serta pihak Swasta, Antonius Feri. Selain soal arahan, para saksi tersebut juga diulik keterangannya soal aliran uang untuk Karomani serta susunan kepanitiaan penerimaan calon mahasiswa baru di Unila.

"Melalui pengetahuan para saksi tersebut, tim penyidik masih terus melakukan pendalaman antara lain terkait adanya arahan maupun kebijakan tersangka KRM dalam proses seleksi Maba dan dugaan aliran uang yang diterima tersangka KRM melalui pihak-pihak yang menjadi orang kepercayaannya," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (19/9/2022).

"Di samping itu, dikonfirmasi juga mengenai susunan kepanitiaan penerimaan Maba yang mengikutsertakan beberapa jajaran struktural di Unila," imbuhnya.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) tahun 2022. Keempat tersangka tersebut yakni, Rektor Unila, Karomani (KRM).

Kemudian, Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik Unila, Heryandi (HY); Ketua Senat Unila, M Basri (MB); serta pihak swasta, Andi Desfiandi (AD). Karomani, Heryandi, dan Basri, ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Andi, tersangka pemberi suap.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Karomani diduga mematok atau memasang tarif Rp100 juta hingga Rp350 juta bagi para orang tua yang menginginkan anaknya masuk di Unila. Karomani diduga telah berhasil mengumpulkan Rp5 miliar dari tarif yang ditentukan tersebut.

Adapun, uang dugaan suap itu diterima Karomani melalui sejumlah pihak perantara, di antaranya, Heryandi dan M Basri. Salah satu pihak swasta yang menyuap Karomani yakni, Andi Desfiandi.

Atas perbuatannya, Andi selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan Karomani, Heryandi, dan M Basri, selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini