Share

5 Fakta Gadis Dirudapaksa di Hutan Kota Jakut, Pelaku di Bawah Umur

Tim Okezone, Okezone · Minggu 18 September 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 17 337 2669686 5-fakta-gadis-dirudapaksa-di-hutan-kota-jakut-pelaku-di-bawah-umur-a5Kjb938MI.jpg Ilustrasi (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Kasus rudapaksa kembali menuai sorotan usai dilaporkan korbannya ke pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Tak ayal, kasus yang dikawal Hotman kerap ditangani kepolisian hingga tuntas. 

Terbaru kasus rudapaksa yang dialami seorang gadis berinisial P di Hutan Kota, Jakarta Utara diadukan kepada Hotman.

Berikut fakta-faktanya: 

1. Korban masih di bawah umur dan Yatim Piatu

Korban rudapaksa di kawasan Hutan Kota, Jakarta Utara ini diketahui masih di bawah umur. Bahkan, usianya baru menginjak 13 tahun.

Tak hanya masih di bawah umur, korban rudapaksa di kawasan Hutan Kota ini juga merupakan seorang anak yatim piatu. Hal itu diungkap oleh Hotman Paris.

2. Hotman Paris Turun Tangan 

Hotman Paris turun tangan meminta Kapolres Jakarta Utara segera menyelesaikan kasus pemerkosaan yang dialami oleh gadis belia ini.

"Bapak Kapolres Jakut saya memegang tangan anak umur 13 tahun, seorang gadis kecil yang diperkosa di hutan kota Jakut. Cuma 13 tahun. Yang memperkosa 4 orang. Dan yatim piatu," katanya.

Selain itu juga meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Fadil Imran untuk juga mengawal kasus ini agar korban segera mendapatkan keadilan.

"Bapak Kapolda Metro tolong diatensi kasus ini," ucapnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Kasus ini pun mendapat respon langsung dari Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. "Kita penyelidikan dan penyidikan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat dikonfirmasi awak media, Jakarta, Sabtu 17 September 2022.

Fadil mengatakan, bakal memberikan pendampingan psikis terhadap gadis tersebut. "Akan kami siapkan," ujarnya.Hotman juga meminta Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait untuk turut mengawal kasus ini hingga tuntas. Saat ini, laporan pun telah masuk ke Polres Jakut dengan nomor pelaporan LPB 739, tertanggal 6 September 2022.

3. Dirudapaksa 4 Orang 

Kejadian yang dialami P sangat tragis. Bukan satu orang yang melakukan perbuatan bejat terhadap dirinya, namun ada empat orang. Pelaku pun berhasil diamankan polisi setelah menerima laporan.

"Di hari yang sama terhitung mulai laporan itu diterima pada 6 September 2022, Polres Metro Jakarta Utara langsung mengamankan 4 orang anak yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan dan atau persetubuhan tersebut," Kapolres Jakarta Utara Kombes Wibowo, Sabtu 17 September 2022.

4. Pelaku Masih di Bawah Umur 

Keempat terduga pelaku ternyata juga masih di bawah umur. Pelaku berhasil diamankan polisi dan langsung dititipkan ke rumah rehabilitasi Cipayung.

Menurut Kapolres Jakarta Utara Kombes Wibowo, peristiwa dugaan kasus pencabulan dan atau persetubuhan yang pelakunya merupakan anak di bawah umur berusia 12-13 tahun itu penanganannya pun harus dilakukan secara spesifik. Lalu, penanganan kasus itu juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Jadi, tak bisa kita samakan (dengan penanganan kasus pidana dewasa). Kasus anak ini mendapatkan perlakuan yang spesifik menurut aturan undang-undang sistem perlindungan anak tadi, terkait dengan penahanan 4 ABH ini tidak kita tahan, tapi kita titipkan di rumah rehabilitasi di Cipayung, Jakarta Timur," ujarnya.

5. Kronologi 

Kapolres Jakarta Utara Kombes Wibowo mengatakan, peristiwa dugaan kasus pencabulan dan atau persetubuhan itu terjadi pada Kamis, 1 September 2022. Kasus itu baru dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara pada Selasa, 6 September 2022 lalu dan saat menerima laporan itu, polisi langsung mengamankan 4 orang pelaku yang masih berusia 12 hingga 13 tahun.

Dia menerangkan, sehari sebelum terjadinya dugaan kasus pencabulan dan atau persetubuhan itu, korban pulang sekolah melewati Taman Kota Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara. Disitu, korban bertemu dengan salah satu Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), yang mana si ABH itu meminta korban menjadi pacarnya meski tak mengenal dan berbeda sekolah dengan korban.

"Karena ini anak sehingga kita sebut ABH yah, pada Kamis, 1 September 2022 itu sepulang sekolah ini lewat TKP lagi, Taman Kota Rawa Malang itu lalu bertemu dengan 4 ABH yang langsung memeluk dan melakukan upaya pemaksaan terhadap korban sehingga terjadilah kasus persetubuhan maupun pencabulan tadi," katanya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini