Share

Pemuda Madiun Akui Terima Seratus Dolar untuk Buat Channel Telegram Bjorka

Arief Wahyu, iNews · Sabtu 17 September 2022 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 17 337 2669426 pemuda-madiun-akui-terima-seratus-dolar-untuk-buat-channel-telegram-bjorka-OSYaADjdoe.jpg Ilustrasi (Foto: BBC)

JAKARTA - Pemuda Madiun Muhammad Agung Hidayatullah (MAH) mengakui kesalahannya terkait peretasan Bjorka. Dia pun meminta maaf atas kesalahannya tersebut.

Agung mengaku menerima sekitar USD100 untuk membuat channel telegram hacker Bjorka. Dia juga memposting sejumlah hal terkait aktivitas peretasan Bjorka tersebut.

Menurut Agung, harga itu jauh lebih mahal dibandingkan harga pasaran yang hanya berkisar sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu untuk membuat channel telegram tersebut.

Dia pun mengaku sangat menyesal atas perbuatannya itu. Agung juga menyampaikan terima kasih kepada polisi karena telah diperlakukan dengan baik dan hanya dikanakan wajib lapor seminggu dua kali di Polres Madiun meski statusnya tersangka.

Baca juga: Akui Kesalahan Terkait Bjorka, Pemuda Madiun Sampaikan Permohonan Maaf

Sebelumnya, Polri resmi menetapkan pemuda di Madiun, Jawa Timur (Jatim) Muhammad Agung Hidayatulloh (MAH 21) sebagai tersangka kasus dugaan peretasan terkait akun Bjorka.

Baca juga: Pemuda Madiun Tersangka Kasus Bjorka Dijerat Pasal UU ITE

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa, dalam hal ini, penyidik akan menjerat MAH dengan Pasal Undang-Undang (UU) ITE. Namun, untuk spesifik pasalnya belum diungkap oleh polisi.

"(Dijerat) Pasal UU ITE," kata Dedi saat dikonfirmasi awak media, Jakarta, Sabtu (17/9/2022).

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menurut Dedi, MHA sendiri saat ini tidak dilakukan penahanan. Namun, yang bersangkutan dikenakan wajib lapor terkait dengan perkara tersebut.

"Yang bersangkutan tersangka dan tidak ditahan, dikenakan wajib lapor," ujar Dedi.

Di sisi lain, Jubir Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana mengungkapkan bahwa, tidak ditahannya tersangka tersebut lantaran yang bersangkutan bersikap kooperatif.

"(Tersangka bersikap) kooperatif," ujar Ade terpisah.

Dalam hal ini, Polri menyatakan bahwa, MAH memiliki motif ingin membantu Hacker Bjorka agar menjadi terkenal dan mendapatkan uang atas perbuatannya.

"Motif tersangka, membantu Bjorka agar dapat menjadi terkenal dan mendapatkan uang," ucap Ade.

Baca juga: Mantan Kepala BIN Sutiyoso Paparkan Celah yang Biasa Digunakan Hacker untuk Bobol Data

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini