Share

Akui Kesalahan Terkait Bjorka, Pemuda Madiun Sampaikan Permohonan Maaf

Arief Wahyu, iNews · Sabtu 17 September 2022 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 17 337 2669420 akui-kesalahan-terkait-bjorka-pemuda-madiun-sampaikan-permohonan-maaf-dYPMaS1LNf.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Pemuda Madiun yang ditetapkan tersangka terkait kasus hacker Bjorka, Muhammad Agung Hidayatullah (MAH) mengakui kesalahan atas perbuatannya terkait dengan peretasan Bjorka.

Dia pun meminta maaf dan berterimakasih kepada polisi lantaran hanya dikenakan wajib lapor meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Madiun itu memgaku telah membuat Chanel Telegram dan memposting hal yang berkaitan dengan Bjorka hingga akhirnya akun Telegramnya dibeli oleh Bjorka dengan harga USD100.

Menurut Agung, harga itu jauh lebih mahal dibandingkan harga pasaran yang hanya berkisar hanya sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

Baca juga: Pemuda Madiun Tersangka Kasus Bjorka Dijerat Pasal UU ITE

Agung mengaku sangat terkejut saaat ditangkap. Pasalnya apa yang dilakukannya hanya berawal dari iseng belaka dan tak menyangka berdampak seperti ini.

Ia pun mengaku diperlakukan baik saat diinterogasi polisi.

Agung mengaku sangat menyesal dan meminta maaf pada semua pihak hingga kepada pemerintah dan kepolisian.

Baca juga: Mantan Kepala BIN Sutiyoso Paparkan Celah yang Biasa Digunakan Hacker untuk Bobol Data

Dia pun menyampaikan terima kasih kepada polisi karena telah diperlakukan dengan baik dan hanya dikanakan wajib lapor seminggu dua kali di Polres Madiun meski statusnya tersangka.

Follow Berita Okezone di Google News

Polri resmi menetapkan pemuda di Madiun, Jawa Timur (Jatim) Muhammad Agung Hidayatulloh (MAH 21) sebagai tersangka kasus dugaan peretasan terkait akun Bjorka. 
Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa, dalam hal ini, penyidik akan menjerat MAH dengan Pasal Undang-Undang (UU) ITE. Namun, untuk spesifik pasalnya belum diungkap oleh polisi. 
"(Dijerat) Pasal UU ITE," kata Dedi saat dikonfirmasi awak media, Jakarta, Sabtu (17/9/2022).
Menurut Dedi, MHA sendiri saat ini tidak dilakukan penahanan. Namun, yang bersangkutan dikenakan wajib lapor terkait dengan perkara tersebut.
"Yang bersangkutan tersangka dan tidak ditahan, dikenakan wajib lapor," ujar Dedi. 
Disisi lain, Jubir Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana mengungkapkan bahwa, tidak ditahannya tersangka tersebut lantaran yang bersangkutan bersikap kooperatif. 
"(Tersangka bersikap) kooperatif," ujar Ade terpisah. 
Dalam hal ini, Polri menyatakan bahwa, MAH memiliki motif ingin membantu Hacker Bjorka agar menjadi terkenal dan mendapatkan uang atas perbuatannya. 
"Motif tersangka, membantu Bjorka agar dapat menjadi terkenal dan mendapatkan uang," ucap Ade.

Sebelumnya, Polri resmi menetapkan pemuda di Madiun, Jawa Timur (Jatim) Muhammad Agung Hidayatulloh (MAH 21) sebagai tersangka kasus dugaan peretasan terkait akun Bjorka. 

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa, dalam hal ini, penyidik akan menjerat MAH dengan Pasal Undang-Undang (UU) ITE. Namun, untuk spesifik pasalnya belum diungkap oleh polisi. 

"(Dijerat) Pasal UU ITE," kata Dedi saat dikonfirmasi awak media, Jakarta, Sabtu (17/9/2022).
Menurut Dedi, MHA sendiri saat ini tidak dilakukan penahanan. Namun, yang bersangkutan dikenakan wajib lapor terkait dengan perkara tersebut.

"Yang bersangkutan tersangka dan tidak ditahan, dikenakan wajib lapor," ujar Dedi. 

Di sisi lain, Jubir Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana mengungkapkan bahwa, tidak ditahannya tersangka tersebut lantaran yang bersangkutan bersikap kooperatif.  "(Tersangka bersikap) kooperatif," ujar Ade terpisah. 

Dalam hal ini, Polri menyatakan bahwa, MAH memiliki motif ingin membantu Hacker Bjorka agar menjadi terkenal dan mendapatkan uang atas perbuatannya. 

"Motif tersangka, membantu Bjorka agar dapat menjadi terkenal dan mendapatkan uang," ucap Ade.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini