Share

5 Fakta ABG Disekap dan Dijual sebagai PSK, Sehari Ditarget Hasilkan Rp1 Juta

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 17 September 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 337 2669055 5-fakta-abg-disekap-dan-dijual-sebagai-psk-sehari-ditarget-hasilkan-rp1-juta-DrKqKdyd9A.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seorang remaja perempuan berinisial NAT (15) disekap dan dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah apartemen di Jakarta selama 1,5 tahun. Bahkan, dia dipaksa menghasilkan Rp1 juta sehari.

5 Fakta ABG Disekap dan Dijual sebagai PSK:

1. Disekap Selama 1,5 Tahun

Pengacara korban, Muhammad Zakir Rasyidin mengatakan, selama kurun waktu 1,5 tahun korban dieksploitasi dan dijadikan mesin penghasil uang sebagai PSK.

2. Korban Dipaksa Hasilkan Uang Rp1 Juta

"Kalau tidak menghasilkan uang Rp1 juta per hari dia diminta untuk bayar utang, (jika) tidak bisa menghasilkan uang Rp1 juta per hari dengan menjajakan diri maka dia diminta untuk membayar utang," kata Zakir di Jakarta, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Kasus ABG Disekap dan Dipaksa Jadi PSK Naik Penyidikan

3. Korban Disebut Punya Utang Rp35 Juta

Kemudian, terkait utang Rp35 juta tersebut, kata Zakir, korban sendiri mengaku tidak mengetahui dari mana sumber piutang tersebut. Bahkan, kendaraan roda dua milik teman korban sempat disita pelaku sebagai jaminan utang.

Baca juga: Selama Disekap, ABG yang Dipaksa Jadi PSK Dituntut Hasilkan Rp1 Juta Sehari

"Nah, kita tidak tahu, kalau dari muncikarinya mengatakan utangnya itu sebesar Rp35 juta yang harus dibayarkan ketika dia keluar dari tempat itu. Pertanyaan utang ini dari mana sumbernya?" tambahnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

4. Pengacara Minta Pelaku Penyekapan Ditangkap

Zakir berharap, agar pihak kepolisian segera melakukan penangkapan terhadap terlapor berinisial EMT tersebut. Hal itu untuk menghindari remaja lain yang jadi korban.

"Kami minta pelaku segera ditangkap karena pelaku berbahaya sekali, bahkan cerita dari keluarganya tadi, bahwa pelakunya sudah menyampaikan akan membuat izin usaha, kok yang begini-begini dibuatin izin usaha gimana ceritanya," ujar Zakir.

5. Polda Metro Proses Laporan Korban

Polda Metro Jaya menerima laporan kasus penyekapan hingga eksploitasi seksual yang menimpa NAT (15). Polisi telah menaikkan statusnya dengan terlapor EMT menjadi penyidikan.

"Ya benar. (Sudah) gelar perkara naik penyidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam keterangannya, Jumat (16/9/2022).

Korban melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya. Laporan korban teregister dengan nomor LP/B/2912/VO/2022/SPKT/POLDA METRO Jaya dan ditangani oleh jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Korban saat itu dipaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) oleh pelaku sejak Januari 2021. Pihak pelapor menyebut korban ditawari bekerja sebagai PSK dengan iming-iming uang Rp500 ribu.

"Pelapor sebagai ayah kandung menerangkan bahwa korban bercerita telah dijual oleh terlapor di daerah Jakarta Barat. Korban diminta melayani laki laki dan diberi upah senilai Rp300 ribu sampai dengan Rp500 ribu," tutur Zulpan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini